Dewan Trenggalek Tetapkan Panlih Wabup di Paripurna

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, akhirnya menggelar sidang paripurna tentang penetapan Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek sisa masa jabatan 2016-2021.

Salah satu tugas kerja dari Panlih itu sendiri selama 45 hari akan menggodok calon wakil bupati yang diusulkan sesuai rumusan syarat yang digodok Panlih itu sendiri.

Guswanto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek yang memimpin rapat paripurna pembahasan tersebut mengatakan, Panlih Wabup Trenggalek sisa masa jabatan 2016-2021 hasil dari rapat konsultasi unsur pimpinan dan Fraksi .

“Jadi Fraksi telah menindaklanjuti rapat konsultasi dengan mengirimkan satu wakilnya yang duduk di Panlih,”ucapnya, Kamis,(13/6).

Dari pengusulan nama anggota Panlih, masih keterangan Guswanto, paripurna yang dilakukan ini menetapkan nama-nama itu secara resmi sebagai Panlih.

“Jadi mereka yang diusulkan resmi sebagai anggota Panlih Wabup sisa masa jabatan,”tegasnya.

Dijelaskannya, penetapan Panlih Wabup ini dikarenakan adanya kekosongan di jabatan Wabup Trenggalek. Sesuai amanat Peraturan DPRD Kabupaten Trenggalek no 1 tahun 2018, pasal 28  tentang Tata Tertib DPRD, maka ada forum konsultasi.

“Maka dewan adakan rapat konsultasi membahas akan kekosongan wabup usai gelar paripurna pengumuman kekosongan,”tuturnya.

Berbicara batasan, sesuai amanat perundang-undangan, tentang jabatan bupati/wakil bupati Trenggalek yang telah dilantik 17 Pebruari 2016, maka bisa dihitung sesuai undang-undang tidak boleh melebihi 18 bulan pasca pelantikan.

“Maka harus sudagh terlanti wabup baru sebelum 17 Agustus 2019 ini,”tuturnya.

Ditambahkan politisi asal PDI Perjuangan ini ketika Wabup telah menjadi bupati maka ada kekosongan dari telah ditetapkannya panitia, panitia pemilihan mempunyai batasan waktu pemilihan Wabup selama 45 hari dan itu telah di atur di tatib.

“Penggodokan batas waktu tersebut telah diatur di tatib dan jika selama batas waktu yang telah di tentukan tidak ada yang mendaftar, otomatis ditutup dan mengakhiri masa kerjanya panitia,” tandasnya.

Selanjutnya hasilnya, Panlih melaporkan hasil yang telah dilaksanakan atas kinerjanya kepada pimpinan DPRD. Dengan sebelumnya mengirim surat kepada partai pengusung pasangan Emil-Ipin yang berhak penuh atas kursi wabup tersebut.

“Kita melayangkan surat ke partai pengusung dengan jangka waktu yang ditentukan Panlih,”pungkasnya.(ham)