Cegah Peredaran Narkoba, Sejumlah Sekolah Di Mojokerto Disidak

sejumlah pelajar yang sedang diperiksa barang bawaannya oleh petugas dari pemkab Mojokerto
sejumlah pelajar yang sedang diperiksa barang bawaannya oleh petugas dari pemkab Mojokerto

Tingginya angka peredaran narkoba di kalangan pelajar menjadi prioritas penanggulangan yang dilakukan oleh Pemkab Mojokerto. Dengan menggandeng pihak kepolisian, Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK), Kejaksaan Negeri (Kejari), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Lima sekolah yang ada di dua kecamatan yakni Sooko dan Puri. Diantaranya SMAN, SMK dan MA. Di SMAN 1 Sooko, menjadi sasaran sidak yang dilakukan oleh Asisten I Pemkab Mojokerto, A Jazuli.

Sejumlah petugas langsung masuk ke masing-masing kelas dan menggeledah isi tas dan handphone milik para siswa. Sidak dilakukan dengan sasaran narkotika dan handphone berisi video atau gambar tak senonoh. Namun dari lima sekolah yang disidak, petugas tak menemukan barang yang dicurigai. Sidak dilakukan untuk mencegah peredaran narkotika di kalangan pelajar khususnya di Kabupaten Mojokerto.

A Jazuli selaku Asisten I Pemkab Mojokerto, menuturkan bahwa dengan kegiatan rutin seperti sidak tersebut bisa mencegah peredaran narkoba di sekolah.

“Sasarannya yakni narkoba dan HP yang menyimpan video tidak senonoh milik pelajar. Namun dari lima sekolah yang disidak, tidak ditemukan, pernah menemukan HP dengan gambar porno langsung dilakukan penyitaan,” ungkapnya.(14/11/2016)

Kepala SMAN I Sooko, Endang Binarti mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.  Seperti sidak, rambut, atribut sekolah serta otomatis sidak terhadap handphone serta tas milik para pelajar. Hal tersebut dilakukan untuk pencegahan, namun hal itu belum pernah ditemukan. Hal ini dikarenakan di SMAN I Sooko, ada pendidikan karekter sehingga para pelajar diharapkan bisa mengerti dan tanggungjawab terhadap dirinya sendiri.

“Sehingga pembinaan tidak hanya dilakukan sekolah saja tapi instansi lain ikut bertanggungjawab. Kita juga rutin melakukan sidak karena sudah terjadwal di Wakasek Kesiswaan yang dilakukan secara berkala,” katanya.

Sementara itu, di lokasi lain Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi berharap tidak ada temuan obat terlarang di tas milik para pelajar.

“Dari data kepolisian, pelajar menjadi sasaran potensial penjualan obat-obatan haram tersebut. Karena kepribadian pelajar masih labil, dianggap mudah untuk dipengaruhi para bandar narkoba ini,” ujarnya.

Masih menurut, Wakil Bupati, usia pelajar tergolong jenis usia yang masih senang coba-coba hal yang baru dan menarik. Namun Wakil Bupati mengingatkan agar para pelajar untuk tak sekali-kali mencoba mengkonsumsi narkoba karena sekali terjerumus akan susah untuk sembuh. Tak mau kecolongan seperti di Kota Mojokerto sehingga sidak tersebut dilakukan.

“Salam waktu dekat, Kabupaten Mojokerto akan memiliki BNN. SK BNN Kabupaten Mojokerto sudah turun, dalam waktu dekat akan beroperasional. Kami menaruh harapan besar agar nantinya BNN Kabupaten Mojokerto mampu mengeliminir peredaran narkoba di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.(elo)