Enam Paket Pekerjaan Milik Pemkab Trenggalek Alami Tender Ulang

Mahendra, Kasi ULP bag Pembangunan Setda Kab Trenggalek
Mahendra, Kasi ULP bag Pembangunan Setda Kab Trenggalek

TRENGGALEK,KANALINDONESIA.COM: Sebanyak enam paket pekerjaan proyek pengadaan barang dan jasa yang dilelang Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) harus ditender ulang.

Retender atau pengulangan kembali proses tender tersebut dikarenakan penawar dari pihak rekanan atau kontraktor ternyata belum ada yang menuhi syarat pemenang.
Permasalahan yang menjadi hambatan seperti kesalahan administrasi, kualifikasi, serta teknis.

Sementara, sampai kini dari data yang dirilis ULP Bagian Pembangunan Sekretariat Pemkab Trenggalek, 50 paket pekerjaan telah ditayangkan melalui situs resmi dengan tujuh paket telah memperoleh pemenang dan enam retender.

Kasi Unit Layanan Pengadaan (ULP) Mahendra, ST membenarkan bahwa lelang pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Trenggalek ada enam proyek mengalami retender.

“Ada enam paket pekerjaan harus retender,”tuturnya, Senin (17/6).

Kesalahan yang dilakukan rekanan atau kontraktor yang ikut lelang paket tersebut rata — rata mengalami kesalahan dalam kelengkapan administrasi, persyaratan kualifikasinya ,dan syarat teknis.

“Mereka keselurahan peserta berbagai macam kesalahan,”tandasnya.

Dia menyebut proses lelang paket pekerjaan pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) Kabupaten Trenggalek yang rencananya berdiri di jalan Brigjen Soetran.

Prosesnya sudah dua kali mengalami retender dan saat ini dalam proses lelang yang ketiga kalinya.

“Karena belum memenuhi persyaratan, maka GOR harus diulang tendernya,”tegasnya.

Lebih lanjut, dalam lelang pengadaan barang dan jasa pembangunan GOR senilai Rp 14,1 Miliar kali ini pihaknya berharap ada pemenangnya walau tetap harus sesuai dengan persyaratan serta lolos dari semua tahapan proses lelang.

“Mudah-mudahan retender kali ini muncul pemenang yang sesuai kualifikasi,”lanjutnya.

Ditambahkannya, jika lelang GOR tidak ada pemenang, lalu ULP akan segera membikin laporan, kemudian menyerahkan kembali keputusan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di paket pekerjaan itu.

“Jika tidak ada pemenang kita akan laporkan hasil evaluasi kita pada PPK paket itu,” pungkasnya.

Masih keterangan Mahendra, saat ini ada 50 paket pengadaan barang dan jasa yang ditanganinya dalam kondisi sudah tayang di public. Namun dari keseluruhan itu ada tujuh paket yang sudah ada pemenang.

“Malah ada sebagian sudah penandatanganan kontrak kerja,”terangnya.(ham)