Bangunan Toko di Pasar Pon Trenggalek Dirobohkan Paksa

TRENGGALEK,KANALINDONESIA.COM:Akibat abaikan himbaun dan teguran dari Dinas Koperasi Industri Menengah dan Perdagangan (Komindag) Pemkab Trenggalek, Jawa Timur, beberapa bangunan kios yang masih berdiri di lokasi pasar Pon dirobohkan paksa.
Tak kurang enam bangunan toko yang berdiri tegap persisnya di Jalan RA Kartini, Panglima Soedirman dan Jalan Dewi Sartika digusur dengan alat berat dengan pengawalan ketat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Kebakaran,pukul 08.00 WIB, Senin (17/6).

Ulang Setyadi, Kepala Satpol PP dan Kebakaran Trenggalek, Ulang Setyadi menuturkan, eksekusi terhadap enam toko ini terpaksa dilakukan, sebab pemilik toko tidak mengidahkan peringatan yang telah diberikan berulang kali.

“Sudah sejak lama peringatan telah kita layangkan,”ucapnya.

Peringatan itu dilakukan pihaknya baik secara tertulis atau lisan oleh petugas Satpol PP maupun Dinas Komindag selaku yang punya wewenang Kegiatan.

“Kita sebagai penegak peraturan daerah (perda) telah bekerja sesuai prosedur tetap (protap)yang kita punya,”tegasnya.

Pembongkaran ini terpaksa dilakukan pihaknya dikarenakan pemberian batas toleransi waktu pengosongan terhadap pemilik toko sudah habis.

“Tindakan penggusuran ini setelah intoleransi,”imbuhnya.

Masih menurut Ulang, pembongkaran bangunan toko tersebut seharusnya sudah sejak beberapa waktu lalu. Namun karena berbagai pertimbangan termasuk kemanusiaan, maka masih diberi toleransi sampai sekarang.

“Kita sudah olor waktu dari batasan yang kita berikan , tapi mereka abaikan begitu saja,”ungkapnya.

Sebenarnya Pemkab Trenggalek, masih dilanjutkan Ulang, pasca kebakaran pasar Pon beberapa bulan yang lalu telah menyediakan tempat relokasi sementara, yakni di lokasi Terminal Tipe B MPU Trenggalek.

“Padahal pemkab sudah sediakan lokasi tampungan sementara, tapi mereka ini tak mau menempati,”jelasnya,(ham)