Datangi Propam Polres Jombang, Kuasa Hukum Korban Penganiayaan: ‘Pelaku Sudah Ditahan’

Kuasa hukum dan korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi saat berada di Ruang Propam Polres Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Kuasa hukum dari korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi di Jombang beberapa waktu yang lalu mendatangi Propam Polres Jombang, Jawa Timur, Senin siang (17/06).

Dengan menggunakan dua buah mobil. Kuasa hukum sekaligus korban penganiayaan tersebut sengaja untuk melaporkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi kepada ketiga korban yakni Aminuddin (50), Markini (46), dan M Rofiul Huda (23), warga Dusun Ngledok, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang atas tuduhan pencurian Hand Phone (HP) yang dialamatkan kepada korban, Minggu (09/06) yang lalu.

Menurut keterangan kuasa hukum korban, Kutut Layung Pambudi, terkait kasus ini, laporan polisi telah dibuat oleh pihak kepolisian, dan oknum anggota polisi tersebut sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polres Jombang.

Sedang kini, pihaknya masih akan menunggu proses pemeriksaan terhadap para korban. “Terhadap pelakunya, oknum D, sudah ditahan,” ujar Kutut Layung Pambudi saat diwawancarai wartawan usai keluar dari Ruang Propam Polres Jombang.

Ditanya lebih lanjut, apakah oknum pelaku penganiaayan tersebut sudah diproses, pihaknya menjawab, hanya satu pelaku, yang kini di proses. Pasalnya, satu pelaku lainnya tidak berdinas di Jombang, maka pihaknya akan melakukan upaya hukum di tempat lain.

Dia menambahkan, untuk langkah selanjutnya, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Propam Polres Jombang dan juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Polda Jatim untuk memastikan pelaku lainnya. “Kan ada dua pelaku, oknum D dan oknum S yang disinyalir itu dari Polda Jawa Barat,” tegasnya.

Saat disinggung latar belakang peristiwa penganiayaan apakah karena korban mencuri HP milik oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan, dia menjawab, saat oknum polisi bernisial D menanyakan, oleh korban, HP tersebut langsung dikasihkan.

“Jadi memang di tempat terapi itu ‘nggak’ ada orang, si ibu (Markini) itu pengen mengamankan HP itu. Kalau ada konfirmasi akan dikembalikan. Begitu oknum D itu datang, nanya, langsung dikasihkan,” tukasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara resmi Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto, enggan memberikan keterangan mengenai perkara yang melibatkan oknum anggota Polisi tersebut. Namun pihaknya memastikan bahwa, pelaku sudah di tahan di Polres Jombang, sejak lima hari yang lalu.(elo)