Hamdani Bocah 4 Tahun Warga Dsn Klampok Ds. Cenlecen Pamekasan, Tewas Tenggelam di Sumber Mata Air

Suasana di rumah duka bocah 4 tahun korban terbunuh di kolam sumber mata air sumber latreh Dusun Klampok, Desa Cen Lecen, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM
Nahas menimpa Ahmad Hamdani, seorang bocah yang diundang 4 tahun warga Dusun Klampok, Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa siang 18 juni 2019, dan meragangnyawawa di tempat ini Sumber Mata Air Sumber Latreh di Dusun Desa lokal.

Peristiwa nahas yang menimpa bocah terjadi 4 tahun di atas nama Ahmad Hamdani itu, terjadi sekira pada pukul 10:30 Wib. Bocah nahas, putra dari Bapak Zainuddin dan ibu Sumiyati yang terkubur dan ditemukan selamat dalam kondisi yang sudah lolos.

Diduga, korban tewas karena terpeleset, jatuh saat mandi bersama, bersama di pemandian Sumber Latreh Desa lokal. Pasalnya, teman korban bernama JUNAIDI (4) tahun, seketika itu tidak mampu membantu apa-apa untuk membantu korban pada saat korban terpeleset jatuh dan terkulai.

Mengakui ibu temen korban An. HOSNA, 37 Tahun, Dsn. Klampok Ds. Cenlecen yang mengetahui informasi itu, langsung datang untuk membantu korban pada saat dilihatnya sudah mendapatkan bantuan di sumber mata air tersebut.

“Itu bermain dengan Junaidi berpartisipasi mas. Mungkin korban itu terpeleset sendiri lalu tenggelam.” Kata Inisial M saksi mata warga lokal yang tidak mau disebut namanya, selasa (18/06/19).

Setelah korban berhasil diangkat kepermukaan kolam sumber mata air sumber latreh, korban sempat pertolongan pertama dengan pompa jantungnya agar bisa udara yang tertelan korban bisa dikeluarkan.

Kapolsek Pakong AKP Tarsun mengatakan bahwa korban ditemukan oleh ibu teman korban yang datang ke kolam pemandian tersebut.

“Korban ditemukan oleh ibu dari teman sikorban yang datang ke pemandian itu mas.” Pungkasnya.

Usai diberi pertolongan pertama, korban kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Pakong agar mendapat tindakan medis. Namun nahas, yawa tidak bisa tertolong lagi. Petugas Medis lokal, menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. (IFA / NANG).