Panlih Wabup Trenggalek Konsultasi ke DPRD DKI

Guswanto anggota Panlih sekaligus Wakil Ketua DPRD Kab Trenggalek
Guswanto anggota Panlih sekaligus Wakil Ketua DPRD Kab Trenggalek

TRENGGALEK,KANALINDONESIA.COM: Seluruh komponen Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek sisa masa jabatan 2016-2021 melakukan konsultasi ke DPRD Provinsi DKI Jakarta, Senin,(17/6).

Mereka bertolak dari Trenggalek diantaranya, Samsul Anam Ketua yang merangkap anggota, kemudian Guswanto, Lamuji, Agus Cahyono, M Hadi, Pranoto, Mugiyanto, Arik Sri Wahyuni dan Subadianto.

Guswanto anggota Panlih yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek mengatakan pilihan kepada DPRD Provinsi DKI bukan tanpa alasan. DKI yang wakil Gubernurnya, Sandiaga Salahudin Uno telah mengundurkan diri saat mengikuti kontestasi Pilpres 2019 lalu.

“Ya, di DKI mengalami kekosongan Wagub karena memilih mundur untuk ikuti proses Pilpres,”ungkapnya, Selasa,(18/6).

Kekosongan jabatan wagub pada sisa masa jabatan Wagub DKI, akhirnya DPRD setempat memproses pengisian wagub mendampingi Gubernur Anis Baswedan.

“Kondisinya sama, meneruskan sisa masa jabatan,”tegasnya.

Namun menurut Guswanto, hingga kini proses yang dilaksanakan DPRD Provinsi DKI berjalan alot. Padahal hanya diusung dua partai saja.

“DKI itu ternyata sulit padahal diusung dua partai saja. Gerindra dan PKS,”tuturnya.

Dari gambaran itu, politisi asal PDI Perjuangan ini kesulitan Trenggalek akan lebih besar karena pasangan Emil-Ipin dulunya diusung lima partai diantaranya, PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, PAN dan Gerindra.
Sementara, dua partai pendukung yakni PPP dan Partai Hanura.

“Apapun kuncinya ada di partai pengusung untuk memperlancar proses pemilihan ini,”tegasnya.

Dilanjutkan dia, jadwal kerja Panlih yang telah ditetapkan akan menunggu sampai 45 hari pasca ditetapkan. Artinya pada 13 Agustus 2019 harus sudah final.

“Sekarang masih tahapan sosialisasi kepada tokoh masyarakat , agama dan partai pengusung berupa pengumuman kekosongan wabup Trenggalek,”lanjutnya.

Sedangkan, pendaftaran calon dari partai pengusung akan terjadwal pada (21-25/6) berikut kelengakapan administrasinya.

Guswanto berharap kekosongan Wabup Trenggalek tidak menghambat proses pembangunan. Untuk itu semua pihak terutama partai pengusung untuk arif dan bijak dalam menyikapi proses pemilihan itu.

“Jika saja partai pengusung sependapat dan saling setuju mungkin proses ini berjalan sesuai tahapan,”pungkasnya.

Terpisah, beberapa proses yang harus dijalankan di DPRD Kabupaten Trenggalek sebelum pemilihan wakil bupati Trenggalek sisa masa jabatan digelar. Proses pertama yakni DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat pimpinan gabungan (rapimgab) untuk menentukan panitia pemilihan (Panlih) wabup.

Setelah itu, Panlih wabup yang dibentuk dalam rapimgab telah diumumkan dalam rapat paripurna. Kini pengumuman melalui surat telah dilayangkan Panlih kepada tokoh masyarakat dan partai pengusung.(ham)