Home / Demokrasi / Jatim

Jumat, 21 Mei 2021 - 18:45 WIB

Pererat Kolaborasi, Wali Kota Kediri dan Bupati Kediri Pikirkan Hal Yang Dapat Dikembangkan Bersama di Kedua Daerah Ini

Editor - ARSO

KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Kota dan Kabupaten Kediri bukan seperti air dan minyak yang tidak bisa menyatu, justru kedua daerah yang berdampingan ini harus saling melengkapi. Meskipun dalam urusan administrasi berbeda, tapi bila kedua daerah ini bisa berkolaborasi dengan baik maka akan menjadi suatu daerah yang lebih berkembang serta masyarakat juga akan menerima dampak positifnya.

Kepala daerah memegang peran penting untuk mewujudkan kolaborasi ini. Sehingga Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berkunjung untuk silaturahmi ke Pendopo Kabupaten Kediri, Jumat (21/5) sekaligus mengajak bincang santai Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana membahas hal yang dapat dikembangkan bersama antara Kota dan Kabupaten Kediri.

Wali Kota Kediri mengungkapkan contoh kolaborasi kedua daerah ini yang dapat dilakukan seperti dalam hal pariwisata. Kabupaten Kediri memiliki pariwisata yang sangat banyak dan indah sehingga banyak orang yang ingin berkunjung ke sana. Untuk hal tempat wisata Kota Kediri memang sedikit, itu sesuai dengan _branding_-nya sebagai kota pendidikan, jasa, dan perdagangan bukan kota pariwisata. Namun Kota Kediri bisa sebagai penyangga pariwisata Kabupaten Kediri. Misalnya saja orang yang berwisata di Kabupaten Kediri bisa menginap dan berkuliner di Kota Kediri. “Contoh lainnya dalam hal Pendidikan. Banyak orang Kabupaten Kediri yang sekolah di Kota Kediri dan kebetulan kota juga ada sekolah dan kampus negeri/swasta juga,” imbuhnya.

Saat bincang-bincang, Abdullah Abu Bakar menginginkan tidak ada sekat antara Kota dan Kabupaten Kediri. Masyarakatnya pun sudah sangat membaur dan tidak membeda-bedakan. Karena semua fasilitas yang disiapkan tujuannya agar bermanfaat untuk semua pihak, tidak terpecah-pecah hanya untuk orang kabupaten ataupun hanya untuk orang kota saja. Pembangunan itu semua demi kesejahteraan masyarakat Kediri. “Saya juga membahas tentang pembangunan Bandara Kediri. Yang perlu dipikirkan bagaimana mempersiapkan jalan sekitarnya dan juga tak kalah penting sumber daya manusianya. Termasuk kita juga harus berpikir ke depannya ada ring road dan lain-lain,” ujar Wali Kota Kediri.

Baca Juga  NU Jatim Sebut Pemerintah Tak Serius Bantu Kebutuhan Bibit dan Pupuk Petani

Sementara itu, Bupati Kediri menuturkan bahwa kehidupan di kabupaten ataupun kota sama saja. Kabupaten tidak bisa bertumbuh sendiri tanpa kota begitu pula sebaliknya. Kolaborasi di sini sangat diperlukan sekali. Misalnya dalam pelayanan kesehatan, warga Kabupaten Kediri yang bermukim di barat sungai bila berobat akan datang ke rumah sakit di kota karena dekat. Bila datang berobat ke RSUD SLG terlalu jauh dengan tempat tinggalnya. “Dalam hal pendidikan, memang SMA 1, SMA 2, SMP 1 sekolah top namun jangan semua larinya kesana. Makanya warga Kediri yang tinggal di kabupaten harus punya sekolah sendiri yang bisa bersaing dengan baik,” tambahnya.

Saat menyusuri ruang demi ruang serta taman yang ada di Pendopo Kabupaten Kediri, Wali Kota Kediri dan Bupati Kediri juga membicarakan hal-hal menarik seputar makanan yang disukai, hobi yang digemari, tempat-tempat menarik yang asyik dikunjungi di Kediri. Kesan pertama saat mengunjungi Pendopo Kabupaten Kediri juga menjadi topik bahasan.

Baca Juga  Butuh Anggaran Rp6 Miliar Lebih, Pemkab Ponorogo Bangun Sirkuit di Kelurahan Kadipaten

Menurut Wali Kota Kediri, Pendopo Kabupaten Kediri ini sangat nyaman. Selain tempatnya luas, ungkapan-ungkapan bahwa di pendopo pasti ada tempat yang angker atau horor itu tidak terlihat di sini. “Sudut-sudut di ruangan ini seperti ruang kerja Mas Bupati, musala, saya lihat adem-adem saja karena sudah dibuat salat dan mengaji. Sehingga ungkapan horor itu tidak ada disini. Saya juga berkesan melihat lukisan yang dipajang disini karena keren-keren,” kesan Wali Kota Kediri.

Dalam waktu dekat, ada kegiatan kolaborasi Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Kediri yang akan diselenggarakan secara kolaboratif. Bupati Kediri menyampaikan bahwa akan ada _event_ sepeda Kelud Uphill Challenge yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2021 mendatang dan sedang dibuat konsep acaranya.

Menanggapi keterangan Bupati Kediri tersebut, Wali Kota Kediri mengatakan bahwa _event_ sepeda ini mengambil rute mulai dari Taman Kresek sampai ke Pos 2 Gunung Kelud. Sengaja dipilih sebagai _finish_ dari kegiatan sepeda ini karena pemandangan di Gunung Kelud sangat indah. “Saya lihat protokol kesehatan dan semuannya baik di Kelud. Dan paling seru, nanti panitia akan bekerjasama dengan masyarakat di sana untuk sediakan makanan dan buah-buahan. Dan ternyata yang ikut juga banyak sekali dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, dan lain-lain, atlet juga ada yang ikut. Panjang rutenya 35 km. Yang hobi sepeda pasti senang sekali,” kata Wali Kota Kediri.(ADV)

Share :

Baca Juga

Jatim

Ketua DPD RI: Komoditas Pangan dan Produk Kesehatan Potensi Besar untuk Ekspor Saat Pandemi Covid-19

Jatim

Menteri BUMN dan Wali Kota Kediri Suntikkan Motivasi pada Generasi Muda dalam Webinar Nasional FESKOMI 2022 BEM FE UNISKA

Daerah

Masih Minus , Fraksi PPP dan FPDIP DPRD Jatim Nilai Kinerja Khofifah Emil Perlu Ditingkatkan

Demokrasi

Kunjungi Desa Gupolo Ponorogo, Mensos Janjikan Pemasaran Produk Ketrampilan ODGJ dan Karang Taruna

Daerah

Kolaborasi Gerindra Jatim Laskar Sholawat Nusantara Lakukan 1000 Vaksinasi di Jember

Jatim

Tumbuhkan Aspek Psikososial yang Prima, Pemkot Kediri Adakan Bimbingan untuk Warga Barak Semampir

Jatim

Bantu Pengentasan Kemiskinan, Polres Madiun Bedah Rumah Mbah Dinem

Daerah

Prananda Surya Paloh Lakukan Pembaretan Ratusan Peserta Diklatsar Baret Rescue Garda Pemuda NasDem Jatim