SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Dalam pekan ini, jaksa peneliti dari Kejari Tanjung Perak Surabaya akan melimpahkan berkas perkara Eren (38), pelaku pembunuhan terhadap member Fitnes Araya Family Club, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya. Artinya, perkara ini siap disidangkan, setelah berkasnya dinyatakan lengkap atau P21.

Menurut Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak Eko Budisusanto, berkas perkara yang ia tangani bersama JPU Zulfikar ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam minggu ini.

“Antara Senin ini sampai dengan Jum’at besok berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Untuk jaksa yang menyidangkan perkara ini saya sendiri dengan Zulfikar,” terang Eko saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (26/7/2021).

Eko mengaku, pelimpahan berkas perkara mengalami kendala lantaran bersamaan dengan adanya kebijakan pemberlakuan Lockdown terbatas di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Kendalanya karena PN Surabaya diberlakukan Lockdown terbatas, jadi sempat tertunda,” katanya.

Sedangkan untuk pasal yang didakwakan, Eko menyebutkan ada tiga pasal yang dijeratkan terhadap Eren.

“Atas perbuatannya, Eren dalam kasus ini dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 351 KUHP ayat 3 dan Undang-Undang nomor 12 tahun 1951,” tandasnya.

Seperti diketahui, pembunuhan terjadi berawal dari tersangka Eren mendatangi korban yang latihan di fitnes Araya Family Club lantai 2, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, sekitar pukul 07.00, pada Senin (26/4/2021). Di sana pelaku marah kepada korban karena sering di-bully atau menghina dirinya.

Setelah cekcok, pelaku membeli pisau di swalayan sekitar lokasi. Dengan membawa pisau yang ia persiapkan lalu Eren kembali menghampiri korban yang pada saat itu Fardy di halaman depan hendak pulang usai latihan.

Dari arah belakang Eren menarik korban dan memiting leher korban, kemudian menusuk punggung dan leher korban berkali-kali. Fardy mengalami luka tusukan sebanyak 17 kali, hingga pisau yang digunakan tersebut bengkok.

Sekuriti yang melihat kejadian langsung membawa korban ke RS Haji Surabaya. Dari hasil visum, Fardy tewas dengan luka tusukan di bagian leher, punggung, perut, paha kiri dan dada. Sedangkan Eren diamankan anggota Polsek Sukolilo.

Di TKP, polisi mengamankan barang bukti. Salah satunya pisau yang digunakan Eren membunuh korban. Sedangkan sepatu, kacamata, handuk berlumuran darah, flash disk, rekaman CCTV, serta pakaian milik korban juga turut diamankan. Ady

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here