Disupport Kerabat dan Warga, M.Sohidin PD Maju di Pilkades Sumber Waru

Dari kiri : Selamet Rukin (relawan) dan Mochamad Sohidin Calon Kepala Desa Sumber Waru periode 2019 - 2024 warga dusun Mbureng lor desa Sumber Waru kecamat
Dari kiri : Selamet Rukin (relawan) dan Mochamad Sohidin Calon Kepala Desa Sumber Waru periode 2019 – 2024 warga dusun Mbureng lor desa Sumber Waru kecamatan Wringinanom, Gresik

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Berangkat dari support dari kerabat dan warga Sumberwaru serta kepercayaan diri (PD) Mochamad Sohidin warga Dusun Mbureng Lor, Desa Sumber Waru, Kecamatan Wringinanom, berharap perubahan di desanya. Ia didorong masyarakat maju di Pilkades serentak 31 Juni 2019 mendatang.

“Sebetulnya, dari hati nurani yang paling dalam tidak terbersit sama sekali saya maju di pesta demokrasi pemilihan kepala desa yang akan di gelar Juni mendatang, karena desakan dari keluarga besar saya juga warga masyarakat Desa Sumberwaru akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri Pilkades di desa saya,”ujar Sohidin di kediamanya bersama sejumlah relawanya, Minggu (23/6/2019)

Ia menambahkan,”jujur mas, jauh sebelum panitia membuka pendaftaran Calon Kepala Desa (CAKADES ) di Desa Sumber Waru, warga banyak berdatangan untuk meminta saya maju di Pilkades mendatang, yang intinya mereka(warga) berharap dengan hadirnya kepala desa dari Dusun Mbureng, terlepas dari ketidakpuasan warga terkait pelayanan publik saya tidak paham,”imbuh Sohidin.

Sementara S.Rukin warga setempat mengatakan,” kalau ngomong soal ketimpangan sosial di Sumber Waru tidak akan ada habisnya, yang jelas masyarakat berkeinginan perubahan terutama di pucuk pimpinan Desa Sumber Waru, supaya tidak terulang hal-hal yang tidak sesuai harapan masyarakat di masa lalu,” kata dia.

Rukin menambahkan,” kalau bicara soal ketimpangan, kita ini orang kecil sudah capek dengan lika liku perjalanan birokrasi pemerintahan di desa saya, sebetulnya simple mas, siapa pun yang jadi pimpinan kita tidak masalah asalkan berkomitmen mbangun Sumber Waru bersama masyarakat dengan transparan dan adil.

Yang lain, Amanu (58) warga setempat mengatakan, karena kepala desa bukan hanya sekedar jabatan administratif tapi juga penyelesaian polemik di masyarakat yang terjadi, kalau yang jadi pimpinan atas kehendak warga, nantinya, kita bisa saling mengisi satu sama lain.(Irwan)