KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengadakan pertemuan dengan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Pendopo Panjalu Jayati, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membahas konektivitas daerah.

“Kami membahas banyak tentang kerja sama di sektor wisata. Adanya bandara ini menjadikan konektivitas sangat krusial sekali. Jangan sampai Kabupaten Kediri punya bandara, namun orangnya hanya numpang lewat, terus datangnya ke Trenggalek,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan setelah bertemu dengan Bupati Trenggalek Nur Arifin di Kediri, Kamis malam.

Mas Bup, sapaan akrab Bupati Hanindhito Pramana, mengharapkan Bupati Trenggalek terkait hal-hal yang dikerjasamakan untuk kebaikan daerah. Trenggalek memiliki potensi wisata yang bagus berupa kawasan pantai yang tidak dimiliki Kediri.

“Ini yang saya minta ke Mas Ipin (Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin) bagaimana caranya agar tidak numpang lewat, karena Kediri tidak punya pantai, namun hanya punya gunung. Maka dari itu, kami konsepkan datang ke Kediri kalau ingin melihat gunung dan ke Trenggalek kalau ingin melihat pantai. Untuk berbicara hal yang lebih teknis, gantian saya yang akan berkunjung ke Trenggalek,” kata Mas Bup.

Ia mengatakan saat ini progres pembebasan lahan untuk pembangunan Bandara Kediri sudah berjalan 51 persen dan masih terdapat sekitar 16 KK yang tanahnya belum dibebaskan. Secara persentase, angka 16 KK tersebut adalah 0,4 persen dari total keseluruhan kebutuhan lahan.

Dalam rencananya, pada awal 2023 bandara tersebut juga sudah beroperasi.

Bupati Trenggalek Nur Arifin menyampaikan terima kasih atas pertemuan tersebut karena ia bisa berbicara banyak terkait potensi kawasan Selingkar Wilis hingga pesisir selatan yang diharapkan juga bisa terkoneksi dengan baik.

Ia mengatakan konektivitas sebagai hal penting. Kabupaten Kediri mempunyai bandara dengan embarkasi internasional terbesar di Jawa Timur. Selain itu, direncanakan jalan tol yang sampai Tulungagung guna mendukung pembangunan bandara.

“Kami tadi berbicara bagaimana pariwisata di kawasan. Jadi konsepnya nanti siapa yang datang ke Kediri dapat diskon kalau main ke Trenggalek. Begitu juga sebaliknya, kalau ada orang yang main ke Trenggalek dapat diskon di Kediri. Dengan begitu harapannya ada semacam kunjungan yang bisa menjadi rute pariwisata di sekitar Wilis dan itu bisa hidup semua. Kita juga saling ngobrol inovasi daerah dan nanti Mas Dhito juga akan melakukan kunjungan ke Trenggalek. Kita bakal diskusi banyak tentang program-program kerakyatan,” katanya.

Kedua bupati muda ini juga membicarakan banyak program strategis yang dijalankan kedua daerah.

“Kami tadi juga banyak berbicara tentang pengusaha wanita, UMKM lewat rumah kreatif. Nanti secara resminya tim kerja sama daerah bisa menindaklanjuti hal ini. Kita bikin sistem ‘local city’, yang tidak harus jauh-jauh dengan kabupaten luar,” kata dia.

Pertemuan dua bupati berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati Kabupaten Kediri. Acara juga bersamaan dengan buka bersama. Kedua bupati juga didampingi masing-masing istri dalam acara yang berlangsung santai tersebut. Acara juga digelar dengan protokol kesehatan ketat karena masih pandemi COVID-19.(ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here