LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Dari berita media ini sebelumnya disebutkan adanya penebangan pohon secara liar di lokasi wisata waduk Gondang, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang disesalkan banyak elemen masyarakat khususnya pemerhati lingkungan hidup di Lamongan. Bertempat di ruang kantor kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan Plt Kepala Dinas Drs. Sisyanto berkesempatan menerima kedatangan ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan Andrianto Wicaksono SE. Senin (26/7/2021)

“Maksud kedatangan saya menemui kepala dinas adalah untuk silaturahmi dan menanyakan sikap dinas terhadap permasalahan yang terjadi di wisata waduk gondang,” ujar Andrianto

“Saya akan kawal terus itu penebangan pohon secara liar di lokasi wisata waduk Gondang, Jika dinas tidak bertindak saya selaku ketua MPC PP Lamongan akan melaporkan ulah oknum yang menebang pohon itu ke pihak berwajib,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga Plt kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Lamongan Drs Sisyanto mengucapkan terima kasih atas perhatian dari ormas Pemuda Pancasila yang ikut mengawasi wisata waduk Gondang.

“Saya apresiasi sekali kepada PP yang peduli terhadap waduk Gondang,” ucapnya.

Terkait adanya penebangan pohon secara liar di wisata waduk Gondang dirinya merasa tidak pernah diberitahu sebelumnya dan tidak ada komunikasi atau koordinasi antara UPT Wisata Waduk Gondang dan kantor dinas.

“Tidak, tidak ada pemberitahuan sebelumnya. kalaupun ada pemberitahuan pasti saya cegah sebelumnya apalagi yang katanya ganggu kabel PLN pasti cuma saya suruh pangkas bukan tebang,” jelas Sisyanto.

Informasi yang didapat dari media ini sebelumnya adalah adanya pohon yang meganggu kabel PLN dan dari Babinkabtibmas Polsek Sugio kepada kepala UPT Wisata Waduk Gondang menyarankan 3 pohon untuk dipangkas akan tetapi dalam pelaksanaannya sedikitnya ada 15 lebih pohon yang ditebang.

“Ayo setelah ini kita cek ke lokasi disana (wisata waduk Gondang* red),” ajaknya.

Benar saja dan bukan isapan jempol belaka ketika sampai di lokasi terlihat Plt Kepala Dinas menghitung sendiri tonggak bekas tebangan pohon.

“Saya hitung ada 16 pohon yang ditebang di dalam pagar tempat wisata waduk Gondang, dan ada 3 pohon yang di luar pagar. Kalau yang di luar kewenangan dinas PU Bina Marga,” kata Sisyanto sembari geleng geleng kepala seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Saya akan buatkan laporan ke atasan mungkin ke inspektorat dan BKD juga untuk ranah hukum ke kepolisian,” tambahnya.

Dari penelusuran awak media diduga kayu-kayu hasil penebangan pohon di wisata waduk Gondang ada di penggergajian kayu milik warga di desa setempat dan juga sempat mengambil gambar dan berusaha menemui pemilik usaha penggergajian kayu tetapi pemilik tidak berada di tempat.

“Iya mas itu kayu jenis asem londo, bisa digunakan untuk meubeler atau meja kursi,” kata salah satu karyawan.

Ketika ditanya asal usul dan nilai harga kayu kayu tersebut dijawab tidak tahu menahu.

-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here