Amnesty Internasional Serukan Pemeriksaan Ahok Dihentikan

Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama
Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama

KANALINDONESIA.COM : Amnesty Internasional meminta kepada Polisi untuk menghentikan pemeriksaan terhadap gubernur DKI Jakarta non aktif  Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama.

“Kepolisian Republik Indonesia harus segera menghentikan investigasi kriminal terhadap Gubernur Jakarta terkati kasus dugaan penistaan agama,” kata Amnesty International dalam rilisnya, Kamis (17/11/2016).

Sikap Amnesty International ini  sebagai tanggapan dari keputusan Polri menetapkan status tersangka terhadap Ahok, pada Rabu (16/11/2016) kemarin.

Amnesty International menilai sikap Polri yang mengusut kasus Ahok adalah tanda bahwa Polri terpengaruh oleh desakan kelompok keagamaan. Seharusnya, Polri lebih mengutamakan perlindungan hak asasi manusia.

“Dengan melanjutkan mengusutan investigasi kriminal dan menyatakan Ahok sebagai tersangka, otoritas telah menunjukkan bahwa mereka lebih risau terhadap kelompok keagamaan garis keras ketimbang menghormati perlindungan hak asasi manusia untuk semua,” kata Direktur Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Rafendi Djamin.

Ketidakbulatan sikap penyelidik dalam gelar perkara menunjukkan keputusan peningkatan ke penyidikan adalah keputusan kontroversial.

“Di antara polisi, pendapat terbagi soal apakah kasus ini harus diproses, ini menunjukkan keputusan untuk membuka investigasi terhadap Ahok adalah sebuah langkah kontroversial,” ujar Rafendi.