Hearing PPDB Temukan 15 Surat Domisili yang Diduga Abu-Abu

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Rapat dengar pendapat tentang Pedaftaran Peserta Didik Baru (PPDB ) tahun 2019 antara Dinas Pendidikan Ponorogo dengan komisi D dan komisi A terkait PPDB masih terus berlanjut hingga Rabu(03/07/2019).

Rapat membahas temuan penggunaan surat keterangan domisili abu-abu untuk mendaftar ke sekolah tingkat SLTP sudah digelar untuk yang ke empat kalinnya.

Pada pertemuan ke empat ini Komisi A dan komisi D DPRD Ponorogo mengundang Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru SMPN I Ponorogo dan 15 Kepala Desa/ Lurah.

Dalam pertemuan ini komisi D dan A mengkroscek 52 surat keterangan pindah domisili yang dikeluarkan oleh para kepala kelurahan dan digunakan untuk mendaftar di SMPN I Ponorogo.

Baca:  SMK Wachid Hasyim Glagah Semarakkan Hari Santri Nasional Dengan Upacara dan Pawai Kirab Santri

Hasilnya ada 15 surat keterangan yang terbukti abu abu. Dengan temuan tersebut, Komisi D DPRD Ponorogo menyatakan tidak akan mengorbankan siswa yang telah terbukti menggunakan surat  keterangam  tersebut.

Meski tidak mengorbankan, namun keputusan atau rekomendasi apa yang akan diputuskan atas kesalahan tersebut masih akan dilakukan pembahasan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo dengan Dewan pada pekan depan.

Wakil ketua Komisi D bidang Pendidikan dan Kesejahteraan DPRD Ponorogo Ubahil Islam mengungkapkan hasil pengakuan dari kepala kelurahan yang tidak sesuai dengan harapan, tidak akan mengurangi hasil PPDB SMP.

Pihaknya hanya ingin mengetahui kejujuran dan ingin mengetahui adakah rekayasa yang dilakukan kepala kelurahan .Dan hasilnya memang ditemukan adannya sejumlah rekayasa, temuan tersebut akan diselesaikan secara baik dalam rangka pengawasan.

Baca:  Satlantas Polres Gresik, Gelar Ops Patuh Semeru 2020 Tertibkan Pengguna Jalan

Kabid SLTP Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Rudi Hantoro rapat hearing pada Rabu (03/06/2019) berakhir dengan masih kesimpulan sementara.

“Hasil rapat menyimpulkan masih ada ada hal yang perlu diklarifiksi ulang yang sebenarnya seperti apa. Sehingga pekan depan pada agenda hearing lanjutan dengan agenda kesimpulan bersama sudah bisa dirumuskan keputusannya,”ucapnya.

Rudi Hantoro berharap tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan dalam keputusan tersebut .