Home / Jatim

Senin, 26 Juli 2021 - 21:34 WIB

Ketua DPD RI: Komoditas Pangan dan Produk Kesehatan Potensi Besar untuk Ekspor Saat Pandemi Covid-19

Editor - ARSO

MALANG, KANALINDONESIA.COM: Sektor industri mampu mendominasi ekspor di Jawa Timur saat pandemi Covid-19. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi terhadap hal tersebut. Namun, LaNyalla menyarankan agar ekspor mengacu pada pola konsumsi masyarakat global yang berubah karena pandemi.

Ditambahkannya, salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi komoditas industri unggulan untuk memaksimalkan ekspor.

“Pandemi membuat pola konsumsi masyarakat di seluruh dunia bergeser. Yang banyak dibutuhkan adalah komoditas pangan dan produk kesehatan. Prediksi saya kedepan kedua komoditas itu sangat potensial dan bisa ditingkatkan nilai ekspornya,” kata LaNyalla saat masa reses di Jawa Timur, Senin (26/7/2021).

Baca Juga  Dukung Kegiatan Bersih-Bersih Lingkungan Gor Jayabaya, Disbudparpora Harap Masyarakat Untuk Ikut Rawat Fasilitas Umum

Menurut LaNyalla, di tahun 2020 lalu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh positif sebesar 21,71 persen. Disusul industri makanan minuman yang tumbuh sebesar 3,82 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, sektor industri menyumbang pendapatan daerah sebesar 84,80 persen pada periode bulan Juni 2021. Selanjutnya sektor migas sebesar 9,08 persen, sektor pertanian sebesar 6,97 persen, dan sektor tambang 0,17 persen.

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama Jawa Timur disusul dengan Jepang, Tiongkok, Malaysia, dan India.

“Kontribusi sektor industri ini, terutama di Jawa Timur, bisa menjadi salah satu poin bagi pemerintah untuk fokus kepada pengembangan sektor tersebut. Namun jangan terpaku pada industri besar, pelaku industri kecil dan menengah juga perlu diperhatikan,” tuturnya.

Baca Juga  Meriahkan HUT Bhayangkara Ke 76, Polisi Mancing Bareng Wartawan

Beberapa sektor prioritas yang diidentifikasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim antara lain tembaga murni berupa katoda, perhiasan dari logam mulia, kayu lapis dengan ketebalan tidak melebihi 6 mm, perabotan kayu, kayu dan olahannya, fraksi cair dari minyak yang dimurnikan dalam kemasan serta udang.

“Sebaiknya Pemprov Jatim bekerjasama dengan KBRI atau Atase Perdagangan melakukan survei ke negara-negara yang masih bisa sebagai tujuan ekspor, produk apa yang diterima dan cocok di negara tersebut,” kata Mantan Ketua Umum PSSI itu.(*)

Share :

Baca Juga

Jatim

Melintas di Pintu Air Kedungploso Tarik, Dua Remaja Tercebur Sungai Satu Hilang
Pelaku pembacokan pemuda di perempatan Jalan Pacar Keling ditangkap anggota unit reskrim Polsek Tambaksari, (foto: Ady_Kicom)

Birokrasi

Berawal Adu Mulut, Pelaku Bacok Pemuda di Perempatan Pasar Pacar Keling Ditangkap Polisi

Jatim

Di Rapimnas ke-4 KAHMI, LaNyalla Ajak Koreksi Pasal 33 UUD 1945 Hasil Amandemen 2002

Jatim

Selaraskan Pendapat, Komite SMA Negeri Wringinanom Gelar Rapat Bersama Walimurid

Birokrasi

Peduli Warga Terdampak PPKM Darurat, Ditlantas Polda Jatim Bagikan Bansos

Daerah

Kerren Abis !! Ketua Komisi E DPRD Jatim Bangga Jatim Terbanyak Masuk SNMPTN

Daerah

Bank Jatim Raih Penghargaan The Best BPD KBMI 2 Tahun 2022

Jatim

Pastikan Persediaan Obat Mencukupi, Kapolresta Sidoarjo Kunjungi Perusahaan Farmasi