Korupsi Rp 320 Juta Suprapto Ditahan Satu Tahun

korupsi-rp-320-juta-suprapto-ditahan-satu-tahunKANALINDONESIA.COM : Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, menindak lanjuti hasil kasasi dari Mahkamah Agung ( MA) terkait putusan vonis kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri Suprapto yang sudah dieksekusi tim dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri Rabu (16/11/2016) Siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Vonis putusan MA menjatuhkan hukuman 1 tahun terhadap Suprapto karena melakukan korupsi sebesar Rp.320 juta

Beni Santoso, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri dalam penjelasanya mengatakan,”Kejaksaan Negeri Kota Kediri menindak lanjuti putusan MA atas kasus Korupsi yang dilakukan oleh Kepala Bapeda kota Kediri yaitu Suprapto pada tahun 2007 saat tersangka masih menjadi Kabag Keuangan Pemkot Kediri,”kata Beni, Jumat (18/11/2016).

Lebih lanjut Beni menjelaskan, jika putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jatim pada tahun 2008 memvonis Suprapto 1 tahun penjara atas tindakan korupsi mengendapkan anggaran yang ada di Kasda Pemkot Kediri senilai 50 miliar ke salah satu perusahaan Investasi.

“Pada waktu itu dalam persidangan Suprapto didakwa menerima gratifikasi atas pengendapan uangnya dari sebuah perusahaan investasi senilai Rp 320 juta, lantas Pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman satu tahun, namun pihak terdakwa yaitu Suprapto tak terima dan mengajukan Kasasi,”ucap Beni.
Usai berjalannya waktu, kasasi yang diajukan ditolak oleh MA dan meminta terdakwa ditahan, sementara itu amar putusan Pengadilan Tipikor hanya menahan terdakwa Suprapto dan tak ada eksekusi atau penyitaan barang milik Suprapto karena merugikan keuangan Negara.

“Hanya penahanan Suprapto saja satu tahun potong dua puluh dua hari,” ungkap Beni kepada awak media.

Terpisah Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menanggapi penahanan kepala Bappeda mengatakan, jika Pemkot sangat menghormati penegak hukum dalam menjalankan tugasnya.

“Kami menghormati apa yang dilakukan penegak hukum. Untuk persoalan kasusnya saya pastinya tidak tahu, ini permasalahan 2007, bagian hukum belum memberi penjelasan,”kata Walikota pada wartawan.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, jika kepala Bappeda jauh sebelum dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) sudah pernah mengajukan surat pengunduran diri ke Pemkot Kediri, namun hingga sekarang belum ada ditangan walikota Kediri.

“Dengar-dengar sudah pernah masuk surat pengunduran dirinya, namun saya belum pernah melihat. Sekitar tahun 2013,” kata Walikota Abdullah.

Sementara dengan kosongnya jabatan kepala Bappeda, Walikota Kediri akan segera menempatkan Pelaksana Tugas (Plt) untuk menggantikan Suprapto yang saat ini ditahan oleh Kejari Kota Kediri.

“Kita isi dengan plt, untuk siapanya masih rahasia,”tandasnya.(G.Marmoyo)