Mantan Kepala Bappeda Kota Kediri Sekamar dengan 20 Napi

Ilustrasi
Ilustrasi

KANALINDONESIA.COM : Suprapto Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) kota Kediri terpidana kasus korupsi Rp 320 juta, bakal menjalani hukuman satu tahun di Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Kelas IIA Kediri, dengan fasilitas yang sama seperti terpidana kasus kriminal lainya.

Herdian, kepala Lapas Kediri dalam keteranganya membenarkan adanya narapidana dari Pemerintah Kota kediri.

“Iya mas, Pak Suprapto kepala Bappeda Pemkot yang bersangkutan saat ini masih dikamar admisi orientasi kamar 2 bercampur 39 Napi lainya,” kata Herdian saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat(18/11/2016) malam.

Lebih lanjut Herdian menjelaskan, usai di tempatkan dikamar orientasi yang bersangkutan kemudian dipindah ke kamar Napi yang berpenghuni 15- 20 Napi.

“info dari anggota, penempatan Napi tipikor di Pondok Ass Salam kamar 2 saat ini berisi 20 orang kalau dengan Pak Prapto jadi 21 orang,”kata Herdian.
Herdian juga menambahkan jika tak ada diskriminasi dalam fasilitas Napi, semua sama.

“Walaupun bekas pejabat atau apapun kalau sudah dilapas semua sama,”tegasnya.
Untuk diketahui pada berita sebelumnya dituliskan, jika pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota kediri menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung ( MA) atas kasasi kasus korupsi yang dilakukan oleh kepala Bappeda Kota Kediri yaitu Suprapto pada tahun 2007 saat tersangka masih menjadi Kabag keuangan Pemkot Kediri.
MA menolak kasasi dari hasil sidang vonis putusan Pengadilan Negeri surabaya Jatim pada tahun 2008, yang memvonis Suprapto 1 tahun penjara atas tindakan korupsi menerima gratifikasi sebesar Rp 320 juta dan satu temanya yang juga pegawai dilingkungan Pemkot Kediri Edy Hermanto menerima gratifikasi Rp 5 juta, namun Suprapto banding dan Edy Hermanto menjalani vonis Penjara tersebut. (G .Marmoyo)