Kepala Disperindag Pamekasan, Memprediksi Harga Jual Tembakau Tahun ini Naik 25 Persen

Seorang petani tembakau pada saat tengah bekerja membuan hama ulat di lahan pertaniannya

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM
Bambang Edy Suprapto, Kepala Disperindag Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis 11 Juli 2019, menyatakan bahwa harga jual tembakau tahun ini diprediksi akan meningkat hingga 25 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Prediksi kenaikan harga jual tembakau itu, pasalnya sangat sesuai dengan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Pemkab Pamekasan bersama Asosiasi Petani Tembakau Pamekasan.

Adapun hasil perhitungan tersebut,
diketahui bahwa break event poin (BEP) harga jual tembakau Madura di musim tanam tembakau tahun ini sebesar Rp 40.297 per kilogram.

“Pada musim tanam tembakau tahun 2018 lalu, BEP harga beli tembakau yang ditetapkan Pemkab Pamekasan sebesar Rp 39.931 per kilo gram, atau tahun inibnaik sebesar Rp 366 per kilogram,” kata Bambang Edy Suprapto, Kepala Disperindag Pamekasan, Kamis (11/07/2019).

Bambang menjelaskan, penentuan BEP tersebut agar menjadi patokan harga terendah bagi pihak pabrikan ketika membeli tembakau milik petani.

Sementara kajian tentang penentuan BEP kepada pihak pabrikan ini, telah dilakukan Disperindag Pemkab Pamekasan sudah dimulai sejak tahun 2013. Kala itu, BEP yang ditetapkan Pemkab Pamekasan sebesar Rp 26.793 per kilogram.

“Sedangkan pada tahun 2014, BEP yang dipatok Pemkab Pamekasan yakni sebesar Rp 29.396 per kilogramnya. Semetara untuk ditahun 2015, mulai naik menjadi Rp 30.381 per kilogramnya,” jelasnya.

Sedangkan pada tahun 2016 BEP harga beli tembakau yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 32.861 per kilogram, dan pada tahun 2017 sebesar Rp 36.978 per kilogram.

Prediksi kenaikan harga jual tembakau tahun ini, juga diakui oleh petani tembakau di Pamekasan. Prediksi kenaikan harga untuk tahun ini, dipatoknya hingga kisaran angka sebesar Rp 50.000 per kilogramnya

Keyakinannya itu, menurutnya berdasrkan kepada produktifitas dan kualitas tembkau pada musim tanam periode ini, dipastikan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kami sangat meyakini itu karena pada tahun ini curah hujan tidak setinggi tahun lalu, sehingga produktifitas tembakau diprediksi naik,” kata Nirun salah satu anggota kelompok tani tembakau di Desa Kolpajung Pamekasan

Kendati demikian, Prediksi kenaikan harga tembakau sebesar 25% per kilo gramnya itu, dianggap wajar. Sebab selain ongkos produksi naik, ongkos distribusi juga naik rata-rata 10%. #(IFA)