TMMD 105 di Trenggalek Sasaran Pertama Rehab Mesjid dan Rabat Jalan

Kajari Trenggalek, Lulus Mustafa, Dandim Letkol Dodik Novianto dan Bupati H Moch Nur Arifin disaksikan Danrem 081/DSJ Madiun, Kolonel Inf Masduki sedang kerjakan halaman masjid Miftkhul Ulum, Ds Dompyong Kec. Bendungan.
Kajari Trenggalek, Lulus Mustafa, Dandim Letkol Dodik Novianto dan Bupati H Moch Nur Arifin disaksikan Danrem 081/DSJ Madiun, Kolonel Inf Masduki sedang kerjakan halaman masjid Miftkhul Ulum, Ds Dompyong Kec. Bendungan.

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sasaran pertama kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)ke 105 yang berlangsung di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, adalah rehab bangunan Mesjid Miftakhul Ulum dan rabat jalan keduanya berada di RT 18 RW 5 Desa Dompyong.

Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto,yang mendampingi Danrem 081/DSJ Madiun,Kolonel Inf Masduki, SE, mengatakan TMMD adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa

“Sudah saya ingatkan kalau membangun, satgas TMMD nanti harus Ikhlas, ini juga ada rehab mesjid juga,“ katanya, Jumat,(12/7).

Mesjid, menurut Dandim yang sering berkegiatan keagamaan, pondasi seseorang untuk menjadi baik dan berintegritas maka perlu mendapatkan bekal agama.

“Agama sarat mutlak bagi pembangunan sumberdaya manusia untuk mempercepat suksesnya kemajuan bangsa dan daerah,”tuturnya.

Sebagaimana sasaran TMMD di Trenggalek, agar memudahkan memahami pentingnya pembangunan, maka akhlak manusianya juga harus dibangun termasuk perbaikan sarana prasarana (sarpras) keagamaan.

“Jika fasilitas infrastrukturnya memadai proses pendidikan akhlak kepada umat akan gampang dan mudah,”tegasnya.

Begitupun dengan kondisi jalan yang masih tanah, persisnya di RT 18 RW 5 Desa Dompyong, mengharuskan untuk di rabat. Sebab, apabila dilewati kendaraan sangatlah tidak layak.

“Itu diperparah dengan kondisi jalan persis di lereng dataran tinggi, tentu sangat rawan longsor,”ungkapnya.

Masih keterangan Letkol Dodik, saat hujan, badan jalan akan becek dan sulit di lalui.

“Kemacetan hingga mogok sering terjadi ketika dilalui kendaraan khsusunya roda 4,” terangnya.

Bahkan terjebak kubangan lumpur menjadi pemandangan sehari-hari.

“Kita bantu infrastruktur rabat jalan beton, agar jalan enak dan lancar ketika digunakan,”tandasnya.

Terpisah Kolonel Inf Masduki, Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) menegaskan tujuan lain melakukan rabat jalan agar kebutuhan transportasi masyarakat itu lancar.

“Warga senang dan aman melaluinya, “ tegasnya.

Tetapi menjawab tantangan dalam pemerataan dan percepatan pembangunan di daerah kuncinya tetap sinergitas dengan semua pihak termasuk kemanunggalan dengan rakyat.

“Kalau sinergi tidak ada yang berat semua akan terseleseikan,”pungkasnya.(ham)