Edukasi Pelaku Usaha Clothing, Komunitas DUGEM Gelar Seminar di Saung Tanah Lumpur Tangkil Mojokerto

Suasana seminar edukasi pelaku usaha clothing di cafe resto dan home stay di Dusun Tangkil Desa Modongan, Kecamatan Sooko Mojokerto

MOJOKERTO, KANALINDONESIA.COM :Berikan edukasi pada para pelaku usaha clothing di seputar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, komunitas Dunia Gesuters Mojokerto (DUGEM) menggelar seminar dan dialog dengan menghadirkan narasumber, dari kota Bandung.

Seminar dan dialog yang menggunakan tema ‘Survive on Business’ ini, diselenggarakan di cafe resto dan home stay, Saung Tanah Lumpur, yang terletak di Dusun Tangkil, Desa Modongan, Kecamatan Sooko Mojokerto, pada hari Minggu (14/7), pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Kegiatan yang bertujuan memberikan edukasi pada sejumlah pelaku usaha clothing, ini tampaknya di sambut baik oleh penggiat maupun pelaku usaha clothing di kota onde-onde.

Hal ini dikarenakan, jumlah peserta yang di targetkan hanya 100 orang peserta, justru yang hadir melebihi kuota yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara (panpel).

“Target dari panitia sebenarnya terbatas, hanya 100 orang, tapi ini yang terregister pagi ini ada 200 orang lebih,” ungkap Ketua panpel seminar, Anggris Mario Budi Leksono, pada sejumlah jurnalis di lokasi seminar.

Tingginya antusias para pelaku usaha clothing yang mengikuti acara tersebut, menurut Anggris, dikarenakan di Kabupaten Mojokerto, jarang sekali ada kegiatan yang memberikan motivasi dan edukasi seputar wawasan dalam bisnis clothing.

“Jarang ada ya kegiatan kayak gini. Clothing ini kan bisnis bidang kaos, mulai dari cara membuat kaos, sablon, serta membuat brand (merek, red) dan yang paling penting itu strategi pasarnya, nah mungkin itu yang jadi minat para peserta yang hadir hari ini,” terangnya.

Lebih lanjut Anggris menjelaskan bahwa dalam seminar yang diselenggarakan DUGEM ini, sengaja menghadirkan 4 narasumber dari berbagai daerah di nusantara. Mulai dari Tri Widiatmoko owner semut geni konveksi, asal Mojokerto, Ade Sapta Baruna owner ole screen printing asal Malang, Gerry Inemallendro (om Gerry) owner pager kaos Bandung, asal Bandung, dan Matius Widyarto (Om Wiwied) owner C59 asal Bandung.

“Untuk tiga narasumber yang muda-muda itu untuk menyajikan materi cara merintis usaha clothing, dan untuk yang Om Wiwied, itu khusus materi survive on bisnis, karena Om Wiwied ini kan legend di usaha clothing, selain itu beliau juga udah banyak ngerasain pahit manisnya menjalni bisnis clothing,” kata Anggris.

Selain mendapatkan materi seminar, peserta yang didominasi oleh pelaku usaha clothing di wilayah Mojokerto dan sekitarnya ini, bisa bertukar pengalaman dengan sesama peserta dan narasumber, mengingat dalam acara ini juga terdapat dialog dan hiburan lainnya.

“Ya nanti kan ada tanya jawab, trus shaering-shaering antar peserta, narasumber dan 29 anggota komunitas DUGEM,” tegas Anggris.

Saat disinggung apakah acara ini menjadi agenda rutinan yang dilakukan oleh komunitas DUGEM setiap tahunnya, Anggris menjelaskan bahwa acara ini adalah acara perdana yang ada dalam program kerja komunitas DUGEM.

“Kalau dilihat dari antusias dan jumlah peserta yang hadir, acara seperti ini sangat dinantikan oleh pelaku usaha clothing di Mojokerto, jadi kita akan upayakan acara seperti ini akan menjadi acara tahunan komunitas DUGEM,” tukas Anggris.

Sementara itu, menurut Isbakhuddin salah satu pelaku usaha clothing asal Blimbingsari Sooko, mengaku sangat senang dengan mengikuti acara seminar yang diadakan oleh komunitas DUGEM. Selain itu, ia mengaku bahwa dengan sering diadakannya acara seperti ini, bisa memotivasi dan memberikan wawasan pada pelaku usaha clothing.

“Ya seneng lah, karena acara kayak gini jarang di sini. Ya manfaatnya banyak, bisa dapat banyak ilmu, sama motivasi dari legend,” pungkasnya.(elo)