Diklarifikasi KPK, Harta Bupati Trenggalek Rp 37 Miliar

Moch Nur Arifin Bupati Trenggalek
Moch Nur Arifin Bupati Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: H Moch Nur Arifin, Bupati Trenggalek, Jawa Timur, menegaskan jika kegiatan pelaporkan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi di Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu, lalu, merupakan perwujudan budaya integritas di kalangan pemangku jabatan yang ada di daerahnya.
Dari total 37 pejabat negara di lingkungan Provinsi Jawa Timur yang diharuskan melaporkan pada Rabu ini, terdapat empat kepala daerah yaitu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Bupati Jember Faida, dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang memupunyai kekayaan Rp 37,28 Miliar.

“Saya sudah melaporkannya ke petugas KPK dan klarifikasi LHKPN sekitar dua jam,” ujar Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Minggu, (14/7) di Trenggalek.

Gus Ipin, sapaan akrabnya, mengakui yang diklarifikasi oleh petugas KPK adalah keterangan, seperti halnya asset yang dimilikinya didapat tahun berapa, kemudian kalau warisan asal-usulnya dari mana dan ada atau tidak yang belum terlaporkan.

“Pokoknya harta kekayaan yang saya miliki selama ini,”imbuhnya.

Menurut dia, dari hasil klarifikasi nantinya dapat mempermudah sebagai pejabat negara melakukan transparansi sehingga masyaraat bisa mengawasi hartanya.

“Publik dapat mengawasinya, apakah ada yang tidak normal atau antara yang dilaporkan dengan gaya hidup yang ditampilkan bagaimana. Tentu ini membantu kami melakukan transparansi dan pencegahan korupsi,” ucapnya.

Gus Ipin mengaku berterima kasih kepada KPK yang telah melakukan klarifikasi terhadap penunjang dari harta kekayaannya.

Bahkan, suami Novita Hardiny tersebut secara terang-terangan mengunggah foto saat proses klarifikasi dan menyebut hartanya mencapai Rp37,28 miliar.
Sementara itu, kepada pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek ia mengimbau untuk tidak melaporkan hartanya ke KPK, terlebih ia sedang mempersiapkan program “Pojok Integritas” untuk membantu memenuhi kewajiban LHKPN.

“Jadi, pejabat negara atau kepala dinas yang akan melakukan pelaporan LHKPN bisa dibantu di sini dan dipandu oleh BKD serta inspektorat Trenggalek,” katanya.

Pemeriksaan LHKPN dilakukan dalam rangka upaya penegakan hukum, pengawasan internal dan pencegahan tindak pidana korupsi.

“Melalui kegiatan ini KPK akan mengklarifikasi para penyelenggara negara untuk mengetahui kebenaran, keberadaan dan kewajaran laporan hartanya yang merupakan wujud komitmen berintegritas,”pungkasnya.(ham)