Polemik Pemberhentian Kasun Banyuarang, Camat Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Inspektorat

Kades Banyuarang, Achmad Ansori Wijaya bersama dengan Camat Ngoro, Ida Khumaidah saat rapat dengar pendapat di Komisi A DPRD Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Polemik pemberhentian Kepala dusun (Kasun) Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih terus bergulir.

Hal ini dikarenakan, dari hasil rapat dengar pendapat (RDK) di ruang banggar DPRD Jombang, dengan Komisi A, hari Jumat (5/7) lalu, diketahui bahwa ada mekanisme pengunduran diri yang dianggap masih janggal, dan terkesan dipaksakan oleh kepala Desa (Kades) setempat.

Namun demikian Camat Ngoro, Ida Khumaidah, mengaku akan menunggu rekomendasi dari inspektorat dan Bupati Jombang, terkait persoalan pemberhentian kasun Banyuarang. “Sambil nunggu hasil rekomendasi dari inspektorat dan Bupati, ya saya ngikut aja, dan ini kan rekomendasi sudah dikeluarkan Komisi A,” ujar Camat.

Sementara itu, Kades Banyuarang, Achmad Ansori Wijaya, tetap berdalih bahwa surat pemberhentian yang dikeluarkan oleh pihaknya, sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun demikian ia membenarkan bahwa sebelumnya kades membuat surat rekomendasi pemberhentian yang berdasarkan musyawarah desa (musdes).

“Ya tunggu hukum aja nanti. Prosesnya sudah sesuai sejak awal dan timbullah masalah kenapa saya membuat rekomendasi dua kali itu, yang pertama usulan dari musdes, dan yang kedua itu pengunduran diri beliau,” terang Ansori.

Saat ditanya apakah yang akan dilakukan oleh pihak Desa, mengenai persoalan pemberhentian kasun tersebut, pada sejumlah jurnalis, Ansori menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu hasil evaluasi serta pemeriksaan dari sejumlah instansi.

“Ya menunggu beberapa dari instansi, mulai dari camat dan DPMD. Dan saya siap diperiksa oleh inspektorat,” tegas Kades.

Seperti diberitakan sebelumnya, AF (27), seorang kepala dusun (Kasun) di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diberhentikan dari jabatannya sebagai perangkat Desa setempat.

Pemberhentian ini, dilakukan oleh Achmad Ansori Wijaya, Kepala Desa (Kades) Banyuarang lantaran AF, telah dianggap melakukan perbuatan asusila pada warganya sendiri.

Meski tidak terbukti, tudingan dugaan asusila tersebut, dan perkara itu sudah diselesaikan oleh pihak keluarga dari AF dan sejumlah pihak terkait, namun perkara ini menjadi hal awal polemik pemberhentian AF dari jabatannya .

“Masalah saya itu udah clear. Udah bikin surat pernyataan damai dan tidak ada masalah. Masalah ini kan masalah keluarga dan sudah beres, tapi malah sama Bapak Kepala Desa, diperpanjang,” kata AF pada sejumlah jurnalis, Sabtu (6/7).(elo)