Piala Adipura Desa di Trenggalek Resmi Digelar, Rebutkan Dana Bantuan Keuangan Rp 1,9 Miliar

Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin berbincang santai dengan Kapolres Didit bambang Wibowo di Pendopo Manggala Praja Nugraha
Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin berbincang santai dengan Kapolres Didit bambang Wibowo di Pendopo Manggala Praja Nugraha

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Program Adipura Desa resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur di Pendopo Manggala Praja Nugraha lingkup kantor pemkab setempat.

Program ini digulirkan Pemkab Trenggalek dengan tujuan desa-desa di Trenggalek berlomba satu sama lain untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih dan lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, Jumat.

Dari informasi yang dihimpun, hadiah yang ditawarkan pada perlombaan ini cukup fantastis, yakni mencapai Rp1,9 Miliar. Dana tersebut bakal diberikan kepada desa terbaik yang berhasil menjaga kebersihan dan lingkungan hidup di wilayahnya.

“Untuk desa yang meraih juara pertama bakal memperoleh hadiah senilai Rp 400 Juta,”ucap Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin, Selasa,(16/07/2019).

Hadiah ini akan diberikan dalam bentuk bantuan keuangan khusus desa yang nantinya bisa digunakan untuk membangun desanya.

Namun menurutnya, tentu tidak mudah untuk bisa meraih juara pada perlombaan Adipura Desa, mengingat ada beberapa aspek penilaian yang juga membutuhkan keseriusan

“Desa harus bisa mengelola isu-isu kebersihan dan lingkungan hidup. Aspek yang dimaksud meliputi aspek regulasi, sanitasi, pengelolaan sampah, dan terakhir peran masyarakat,”tuturnya.

Dikatakan Gus Ipin, panggilan akrab pria ini, intinya pihaknya ingin menciptakan Trenggalek ini lebih bersih, cakupan air bersihnya tercapai, bebas dari sampah.

“Ini kita launching, selama satu minggu akan ada sosialisasi, nah setelah sosialisasi mekanisme penilaian sudah berjalan,” katanya.

Sementara itu mengenai pengelolaan sampah, Moch. Nur Arifin menaruh perhatian khusus pada aspek tersebut. Bahkan saat melaunching program Adipura Desa, Bupati secara khusus mengundang narasumber berkompeten dibidang pengolahan sampah untuk berbagi ilmu kepada segenap tamu undangan yang hadir. Narasumber yang diundang Bupati berasal dari STT PLN dan Walhi yang membagikan ilmu mengenai pengolahan sampah lebih lanjut lewat metode Tempat Olah Sampah Sementara (TOSS).

“Untuk mendukung penilaian itu desa kan masih bertanya-tanya bagaimana caranya mengolah sampah yang baik dan benar, kita datangkan narasumber dan juga dari TOSS yang di inisiasi oleh STT PLN,” jelasnya.

TOSS merupakan hasil riset STT PLN yang mengolah sampah untuk difermentasi dan dibentuk khusus berupa pelet. Pengolahan ini begitu efektif untuk mengurangi sampah yang belum dikelola dengan baik, pasalnya metode ini tidak meninggalkan residu apapun sehingga tidak menimbulkan efek atau dampak lingkugan daripada pengolahan itu sendiri.

“Ini bisa jadi jawaban di daerah-daerah bahwa sampahnya bisa diolah, tidak ada residu, dan bisa jadi listrik lagi,” tegasnya.

Kepala Desa Karangan, Tri Rohadi mengatakan, sangat tertarik untuk memperebutkan penghargaan itu.
Meski baru saja tahu soal Adipura Desa dalam kegiatan itu, ia sudah menyiapkan beberapa strategi.

“Di desa kami, kondisinya masih banyak persoalan. Soal sanitasi, soal ODF (Open Defacation Free). Ini kesempatan kami untuk merebut. Artinya, dari desa kami yang saat ini kondisinya seperti itu, harus bisa berubah,” katanya.

Saat ini, pihaknya sudah mencicil pengentasan ODF dengan program jambanisasi. Pihak desa juga berencana menyediakan tempat sampah di tiap sudut desa.

“Kami mulai dengan hal-hal kecil yang kami mampu,” pungkasnya.(ham).