Diduga Keracunan Asap Foging, Puluhan Santri Dilarikan Ke Rumah Sakit

KANALINDONESIA.COM : Puluhan santri PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang diduga keracunan asap foging. Atas kejadian ini para mengalami gejala mual, muntah, serta pusing berkepanjangan. Tanpa menunggu lama para pihak pengurus pondok melarikan sejumlah santri tersebut ke RSUD setempat.

Tito selaku pengurus, PPBU Tambakberas Jombang, menuturkan bahwa, para santri tersebut mengeluhkan sakit kepala, sesak nafas, pandangan kabur. Dugaan sementara, para santri tersebut keracunan akibat fogging (pengasapan) yang dilakukan untuk mengatasi wabah demam berdarah di asrama tempat mereka tinggal. Pengasapan itu dilakukan pada Minggu sore.

Data dari RSUD Jombang, terdapat 27 santri yang tengah mendapatkan perawatan medis. Selain itu juga terdapat empat 4 santri yang dirawat di RS Pelengkap Jombang.

“Santri yang mengalami gejala mual, muntah, pusing, sebanyak 27 orang. Mereka dirawat di RSUD Jombang. Sedangkan yang dirawat di RS Pelengkap sebanyak empat orang,” ujarnya.

Meskipun beberapa santri sudah ada yang dipulangkan, namun sebanyak sembilan santri PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang kembali masuk ke UGD (Unit Gawat Darurat) RSUD Jombang. Mereka mengalami gejala yang sama pula dengan rekan-rekannya.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, perawatan intensif terus dilakukan. Dan, sudah ada 14 santri yang dipulangkan. Namun demikian, pagi tadi terdapat sembilan santri yang masuk ke RSUD lagi.

“Semalam sudah ada 14 santri yang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Namun pagi tadi ada sembilan santri lagi yang masuk UGD,” ungkap Pudji.(21/11/2016)

Masih menurut Pudji, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab keracunan. Namun dari keterangan pondok, dugaan sementara keracunan tersebut dipicu oleh obat foging (pengasapan).

“Foging mandiri itu bagus, tapi harus kordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Sehingga baik takaran maupun tata laksananya sesuai dengan atuaran. Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan takaran obatnya terlalu banyak, mengakibatkan keracunan. Namun kita belum bisa memastikan, karena pihak Dinkes masih melakukan penelusuran,” pungkasnya.(elo)