Masih Gonjang-Ganjing Nominal Siltap Tambahan Bagi Perangkat Desa di Ponorogo

ist

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah mengesahkan Perda tentang Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan  (APBD-P) tahun 2019 Kamis (11/07/2019) lalu  bertempat di lantai tiga gedung DPRD Ponorogo.

Postur anggaran APBD-P tahun 2019 yang mencolok adalah tambahan alokasi anggaran untuk infrastruktur  jalan yang mencapai angka sekitar Rp 60 miliar,  gaji ke 13 para ASN  sekiatar Rp 10 miliar dan tambahan Siltap untuk para  perangkat desa se Kabupaten Ponorogo sebesar  Rp 10 miliar.

Ada sekitar 4000 perangkat desa se Kabupaen Ponorogo yang pada APBD-P tahun 2019 ini akan menerima  tambahan penghasilan tetap dari ADD.

Kebijakan ini memenuhi amanat Peraturan Pemerintah nomor 47 Tahun 2015 tentang desa yang  telah direvisi dan ditandatangani.

Dalam aturan tersebut tertulis, kepala desa, sekretaris desa, dan aparatur desa lain akan mendapatkan penghasilan tetap (Siltap) setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan 2A. Dimana, kepala desa akan mendapatkan 100 persen, sekretaris desa 90 persen, dan aparatur desa lainnya sebesar 80 persen.

Bila dirupiahkan, masing-masing aparat desa berhak mendapatkan Siltap antara Rp 2,02 juta hingga Rp 3, 4 juta.

HUTke 4 kanalindonesia.com

Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesai Kasmani ketika dikonfirmasi mengakui menurut aturan yang ada tambahan Siltap akan diberikan paling lambat pada Bulan Oktober mendatang.

“Untuk Ponorogo dengan jumlah perangkat desa sebanyak 4000 orang, hitung-hitungannya membutuhkan alokasi dana sekitar Rp 27 miliar,”ucapnya.

Kasmani mengungkapkan berdasarkan  PP 11 tahun 2019 pasal 81 untuk kepala desa minimal Rp 2.426.000,  dibulatkan menjadi Rp 2.430.000,-,  Sekdes  Rp 2.224.000,-  dibulatkan menjadi  Rp 2.225.000,- sedangkan untuk Siltap perangkat desa lainnya seperti kamituwo, kaur dan kasi  minimalnya adalah  Rp 2.022.000,- dibulatkan menjadi  Rp 2. 025.000,-.

Dengan perhitunagn ini maka total alokasi untuk tambahan Siltap harusnya Rp 27 miliar bukan Rp 10 miliar.