Pemkab Trenggalek Hibahkan Asset untuk Polres

Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin diapit Ketua DPRD Kab Trenggalek, H Samsul Anam(kiri) dan Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS di gedung dewan
Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin diapit Ketua DPRD Kab Trenggalek, H Samsul Anam(kiri) dan Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS di gedung dewan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, segera menghibahkan asset yang dimilikinya sebesar 1,5 hektar yang berada di Mapolres Trenggalek Jalan Brigjen Soetran.

Rencananya lahan ini oleh Polres akan diperuntukkan untuk tempat etalase pelayanan, mulai dari unit laka, gudang barang bukti, asrama maupun tempat pertemuan.

Namun justru Bupati Trenggalek,H  Moch Nur Arifin meminta tambahan satu hektar lagi yang akan dipakai gedung Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) yang kini terancam pindah akibat perluasan Pasar Pon.

Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin mengatakan, hibah asset dari pemkab yang dipimpinnya kini masih dalam pembahasan dengan  difasilitasi pihak DPRD.

“Pemkab bersama Polres Trenggalek dan dewan  melakukan pembahasan mengenai rencana hibah aset kepada Polres Trenggalek,” Rabu (17/7).

Alasannya, masih kata dia, hal ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan masyarakat serta pengamanan program pemerintah daerah.

HUTke 4 kanalindonesia.com

“Polres Trenggalek ajukan penambahan hibah aset ke Pemkab. Awal hibah aset yang diajukan seluas 7,5 Hektare dengan spesifikasi terletak di tepi jalan,”ungkapnya.

Lebihlanjut menurut Arifin, keinginan Polres itu difasilitasi DPRD setempat bersama pemerintah melakukan pembahasan bersama terkait permohonan tersebut di ruang Bamus DPRD.

“Tadi kita membicarakan mekanisme peruntukan lahan atas permohonan Polres dan organisasi lain untuk melakukan hibah asset guna pemanfaatan peningkatan pelayanan,” terangnya.

Hibah aset dalam pembahasan dengan Polres pada prinsipnya akan segera dilaksanakan.

“Tinggal pelaksaannya berkutat pada setplane, master plane maupun peruntukannya,”tegasnya.

Dewan sendiri akhirnya merekomendasikan kepada pemerintah untuk membentuk tim sinkronisasi antara pemerintah dan Polres Trenggalek.

“Ada satu titik aset di hamparan depan Mapolres, dengan luasan aset sebesar 2,6 hektare,” imbuhnya.

Tetapi, Arifin menambahkan, apakah aset ini akan digunakan untuk Polres saja atau mungkin bersama dengan beberapa instansi lainnya.

“BNNK juga butuh da nada yang lainnya,”imbuhnya.

Banyak kebutuhan yang diajukan namun mencari aset yang ada dipinggir jalan menurut Nur Arifin tidak gampang, sehingga luasan total aset sebesar 2,6 Hektar ini untuk Polres atau sebagian untuk BNNK tinggal tim sinkronisasi yang memutuskan.

“Tapi saya meminta untuk Polres jangan kurang dari 1,5 Ha, karena beliau butuh banyak untuk pelayanan,” tandasnya.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit B. W. S., menuturkan, pihaknya butuh tempat yang representatif untuk mengakomodir dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menempatkan Kantor Polisi agar mudah dijangkau oleh masyarakat yang dekat dengan akses jalan utama,”tuturnya.

Kenapa harus akses jalan utama, karena proyeksi kedepan kita juga ingin mengamankan kebijakan pemerintah seperti ini halnya pengembangan pembangunan untuk stadion dan yang lainnya.

“Maka dari itu kita merasa butuh memberikan pengamanan terhadap fasilitas yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah,”tambahnya.

Kapolres Trenggalek mengucapkan terimakasih kepada Bupati beserta perangkatnya dan Ketua Dewan beserta perangkatnya.

” Terima kasih sudah dibantu oleh Pak Bupati dengan difasilitasi dengan minimal lahan 1,5 Ha,”pungkasnya.(ham)