Jambret Antar Daerah Dibekuk Polres Madiun Kota

pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Madiun Kota
pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Madiun Kota

KANALINDONESIA.COM : Berakhir sudah petualangan residivis jambret atau pencurian dengan kekerasan (curas) dilakukan YMA(25) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

YMA dibekuk petugas Sat Reskrim Polres Madiun Kota, Minggu (20/11/2016) siang lalu, namun sempat terjadi pergumulan dengan petugas.

“Kami sempat menerima laporan curas dari sejumlah korban, lalu jajaran Sat Reskrim melakukan lidik dan mengetahui tersangka melintas di jalanan masuk Desa Bibrik, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Petugas tahu ciri tersangka langsung mengejar, berhasil memepet motor tersangka,” jelas Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Purnomo, Senin (21/11/2016).

Begitu tersangka dipepet petugas, tambahnya, sempat terjadi perkelahian dengan petugas, tersangka tetap nekat melawan petugas. Saat pergumulan itu, warga sekitar mengetahui kejadian langsung membantu petugas.

Petugas sempat mengalami luka-luka akibat pukulan tersangka, sedangkan tersangka dihajar warga.

Beruntung, tambahnya, kemarahan warga bisa diredam petugas, sehingga tersangka tidak mengalami luka lebih serius.

Selanjutnya, tersangka dibawa ke Mapolres Madiun Kota, guna pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan, tersangka selama 4 bulan beroperasi di belasan lokasi dan berhasil mendapatkan barang.

“Dari pengakuan pelaku, diwilayah hukum Polres Madiun Kota sebanyak 10 kali terdiri di Kecamatan Jiwan dan Sawahan, Kabupaten Madiun, selain itu di Kota Madiun. Tidak hanya itu, tersangka mengaku beraksi di Kabupaten Magetan dan Ngawi beberapa kali, bisa jadi sampai belasan kali beraksi. Uang hasil jambret dipakai foya-foya,” ujarnya.

Menurutnya modus dilakukan tersangka dengan menaiki motor, mengikuti korban, begitu dilokasi dianggap sepi melakukan aksi.

“Korban dipepet, lalu barang seperti tas diambil paksa. Selanjutnya, tersangka kabur dengan menendang korban hingga terjatuh dari motor. Tersangka dijerat pasal 363 dan 365 KUHP dengan ancaman 5-7 tahun penjara,’ ujar AKBP Susatyo Purnomo.(AS)