Panggul Kayu, Satgas TMMD 105 di Trenggalek Ringankan Beban Warga

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sisa-sisa kayu bangunan dipungut dan dibawa ke tempat persinggahan. Ini rutin dilakukan oleh Satgas TMMD 105 Trenggalek di RT. 18 RW. 5 Dusun Kalitelu Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, lokasi dilaksanakannya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105.

Sertu Aguk, anggota Satgas TMMD 105 di Kecamatan Bendungan dan kepedulian social menjadi salah satu tugas utama dalam mewujudkan keberhasilan manunggalnya TNI bersama rakyat.

“Kebetulan selama TMMD berlangsung kami singgah di rumah Bu Parmi, sekalian kami meminta beliau untuk memasak, untuk kebutuhan makan para satgas,” ungkapnya, Jumat,(19/7).

Masyarakat Desa Dompyong, masih keterangan Sertu Aguk, hampir rata-rata masih memanfaatkan kayu bakar untuk memasak.

“Karena masih menggunakan Pawonan (kompor tungku dari tanah) maka kami ikut membantu membawakan kayu untuk beliau,” terangnya.

Selain konsumsi gas yang masih jauh dari kurang , factor penyebabnya, warga enggan memakai gas karena rumahnya banyak di kelilingi pepohonan besar yang saban hari banyak ranting kering yang berjatuhan.

“Makanya jarang memakai gas karena ranting pohon tiap hari slalu ada di sekitar rumah warga,”ungkapnya.

Dari pantauan , apa yang dilakukan oleh satgas ini semata-mata untuk membantu warga seperti halnya Bu Parmi  warga Dusun Kalitelu, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan itu.

Kehidupan yang sederhana nampak terlihat dari keluarga Suparmi. Selama TMMD berlangsung beberapa anggota Satgas singgah di rumah wanita yang berusia 50 tahun ini. Suparmi juga menyediakan kebutuhan makan bagi mereka.

“Terkadang cemilan Jagung bakar dan ketela pohon disediakan gratis Bu parmi,”katanya jujur.

Tinggal bersama suaminya Sukiran,(60),  petani, kehidupan keluarga ini pas-pasan, sehingga para satgas merasa terpanggil untuk meringankan beban keluarga ini.

Suparmi senang setiap hari para satgas ini membawakan kayu untuknya, sehingga tidak perlu membagi waktu banyak untuk memasak dan mencari kayu bakar.

“Pak Tentara ini baik semua, mereka ramah dan mau membangunkan kami jalan. Terima kasih,” ujarnya. Tidak banyak ucap Suparmi hanya bertutur terimakasih.(ham)