Porsadin ke 4 Jatim di Trenggalek Dibuka Bupati

Moch Nur Arifin saat sambut pembukaan Porsadin ke 4 Jatim, Sabtu, (20/7)
Moch Nur Arifin saat sambut pembukaan Porsadin ke 4 Jatim, Sabtu, (20/7)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pekan Olahraga dan Seni antar Diniyah (Porsadin) ke-4 Jatim 2019 yang berlangsung di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur,  resmi dibuka oleh Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin di Pendopo Kabupaten, Sabtu, (20/7).

Dari informasi yang dihimpun, Porsadin ke-4 Jatim diikuti oleh 1.862 perserta utusan dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Ada 12 cabang yang dilombakan dalam Porsadin tahun ini. Di antaranya adalah tahfidz jus 30, Musabaqah Qiraatil Kitab (MQK) Safinatunnaja, Cerdas cermat, Pidato bahasa Indonesia, Pidato bahasa Arab, MTQ, Murotal wal imla, Kaligrafi, Puisi islami, Lari sprint, Bulu tangkis, dan Tenis meja.

Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin mengatakan, diharapkan melalui Porsadin tingkat provinsi di Trenggalek ini terjalin silaturahmi dan mempererat hubunga antar madrasah diniyah se-wilayah Jawa Timur.

“Ukhuwah Islamiyah antar sesame umat dibangun dari generasi muda yang kuat,”ucapnya.

Arifin  menyampaikan ucapan terimakasih kepada para ustaz ustazah Madrasah Diniyah (Madin) yang berperan aktif mendidik santri santri madrasah diniyah dalam membentuk generasi yang berbudi pekerti, dan  berakhlakul karimah.

Pihaknya meminta masing masing santri Madin berkompetisi menunjukkan prestasinya supaya lembaga pendidikan berintikan agama Islam ini  lebih bergema dan berprestasi melalui kreatifitas santi di bidang seni dan agama.

“Mari adik – adik kalian tunjukkan prestasi dan semangatmu dalam Porsadin kali ini sehingga bisa berhasil meraih  juara dan membawa nama baik Madin masing masing,” paparnya.

Menurut Dia, PORSADIN merupakan ajang aktualisasi diri adik-adik santri dari seluruh Madin di bidang olahraga dan seni Islami. Selain kemampuan mengaji, melalui acara ini bakat lainnya bisa disalurkan dan dijadikan modal menjadi atlet profesional, seperti Tenis meja, Bulu Tangkis dan lainnya.

“Khusus untuk guru-guru Madin, kami dari Pemkab Trenggalek terus berusaha agar insentifnya terus bertambah,”tuturnya.

Menurut Bupati Arifin, pendidikan anak atau santri di Madin sangatlah penting dan merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa.

“Selain ilmu agama, di Madin inilah pelajaran akhlak diberikan,”tandasnya.

Arifin menegaskan, pihaknya berharap Porsadin ke-4 tersebut akan melahirkan santri-santri berprestasi. Tidak hanya mahir dalam soal keagamaan tapi juga berprestasi dalam olah raga dan seni.

“Mudah-mudahan bisa melahirkan santri Jawa Timur yang berprestasi dan menjadi juara tingkat nasional, “ pungkasnya.(ham)