Sokoto Adopsi Pengelolaan Zakat Baznas

Ketua Baznas, Prof. Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA dan Ketua Sozecom, Muhammad Lawal Maidoki menandatangani kerjasama pengelolaan zakat, di Kantor Pusat Baznas, Jakarta, Minggu (21/7/2019)

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM –Keberhasilan pengelolaan zakat di Indonesia yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjadi projects percontohan berbagai negara di dunia, salah satunya adalah negara Nigeria.

Sokoto yang merupakan negara bagian dari Nigeria melalui lembaga zakat bernama Sokoto State Zakat and Waqf Commision (Sozecom) belajar langsung dan mengadopsi program pengelolaan zakat yang dilakukan Baznas, Indonesia.

Untuk belajar lebih lanjut tersebut, Baznas dan Sozecom sepakat menjalin kerjasama yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), ditandatangani oleh Ketua Baznas, Prof. Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA dan Ketua Sozecom, Muhammad Lawal Maidoki di Jakarta, Minggu (21/7).

Turut hadir menyaksikan prosesi ini antara lain Duta Besar Nigeria untuk Indonesia, Hakim Baloso, Gubernur Sokoto, Aminu Waziri Tambuwal, Wakil Ketua Baznas, Dr. Zainulbahar Noor, dan para anggota Baznas lainnya.

Bambang Sudibyo dalam sambutannya mengatakan, kerjasama ini memungkinkan kedua lembaga untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan zakat di masing-masing wilayah, bekerjasama melakukan studi, pelatihan dan konferensi.

“Pertemuan Baznas dan Sozecom pertama kali saat acara World Zakat Forum di Jakarta tahun 2016. Misi kami sama yakni pengentasan kemiskinan. Melalui kerjasama ini pihak Sozecom akan mengadopsi program pengumpulan dan penyaluran zakat dengan penyesuaian sesuai kondisi setempat,” kata Prof. Bambang.

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid ini menjelaskan pihaknya terbuka dengan lembaga dunia yang ingin mau belajar program pengumpulan dan penyaluran zakat.

“Selama di Indonesia, Sozecom akan mengunjungi tempat program ekonomi Baznas Microfinance Desa dan program pendidikan Sekolah Cendekia Baznas. Mereka ingin belajar bagaimana caranya zakat bisa untuk pendirian sekolah gratis dan bermanfaat bagi yang membutuhkan,” kata Prof. Bambang.

“Selama di Indonesia, kami pertemukan langsung Sozecom dengan tim teknis Baznas dan mustahik penerima manfaatnya agar dapat diadopsi di Sokoto,” imbuhnya.

Foto bersama pimpinan Baznas dan delegasi Sozecom, di Kantor Pusat Baznas, Jakarta, Minggu (21/7/2019)

Sementara itu, Ketua Sozecom, Muhammad Lawal Maidoki memaparkan dirinya mengucapkan terima kasih bisa belajar langsung dari Baznas mengenai zakat baik pengumpulan maupun penyalurannya.

“Sokoto adalah negara bagian Nigeria dengan jumlah penduduk sekitar 6 juta jiwa tersebar di 26 kota. Pengumpulan zakat yang kami lakukan masih menurut ajaran agama Islam yakni bagi peternak pemilik kambing yang berlebih maka ia wajib membayar hisab, begitu pula bagi petani atau pedagang yang mampu maka ia akan membayar hisab zakat. Mereka ada yang membayar dengan kambing, hasil pertaniannya atau uang. Dalam perhitungan hisab, kami dibantu para ulama dan pemerintah lokal. Kemudian didistribusikan zakat tersebut kepada yang berhak menerima,” papar Maidoki. @Rudi