Sulit Air, Satgas TMMD dan Warga Cari Air di Pedalaman Hutan Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Di Musim Kemarau ini akibatkan kesulitan air di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 Desa Dompyong Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Satgas TMMD dan warga masyarakat kebingungan mencari sumber air di Dusun Kalitelu, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan.

Mereka harus mencari air dari sumber yang sidikit jauh dari titik lokasi sasaran, guna memenuhi kebutuhan pembangunan rabat Jalan TMMD di daerah ini, Senin (22/7/2019).

Hujan yang mengguyur beberapa waktu lalu, ternyata tidak banyak menghidupkan sumber-sumber air di Kecamatan Bendungan. Sehingga warga dan satgas tetap kebingungan mencari sumber air.

Sermadi (40) warga sekitar dan satgas harus berjalan kurang lebih 1 kilometer untuk mendapatkan air. Semua alat mulai timba maupun jirigen digunakan untuk mengangkut air.

“Memang bila musim kemarau di tempat ini memang sulit untuk mendapatkan air, hal itu dikarena memang posisinya yang ada di bukit,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air kita  mencari di sungai yang masih ada airnya maupun sumber yang masih hidup.

“Memang ada titik sungai dan ada sumber airnya, tapi jaraknya agak jauh,”terangnya.

Letak topografi Kabupaten Trenggalek yang di kelilingi pegunungan membuat dan menjadikan Trenggalek rawan bencana banjir bila musim hujan dan rawan kekeringan bila musim kemarau.

“Padahal seperti di Bendungan ini justru yang mensuplai air bersih ke Perusahaan daerah air minum, tapi kondisi air masih belum kesemuanya warga setempat  bisa menikmatinya,”jelasnya.

Sedangkan TMMD 105 tahun 2019 di Trenggalek ini berlangsung saat musim kemarau.  Sehinga cukup pantas bila satgas dan masyarakat kesulitan mendapatkan air. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat untuk terus berkarya.

“Kami sangat terbiasa dengan kondisi seperti ini, makanya tetap harus terseleseikan pekerjaan mulia ini,”pungkas Sertu Aguk, anggota Satgas TMMD 105 di Kecamatan Bendungan.(ham)