Gerindra Menilai Bupati Trenggalek Lupakan Partai Pengusung

Nurhadi Rokhmad, Ketua DPC Gerindra Kab Trenggalek
Nurhadi Rokhmad, Ketua DPC Gerindra Kab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Terancam dibiarkan lowongnya kursi Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sisa masa jabatan 2016-2021 membuat salah satu partai pengusung pasangan Emil-Ipin (Pemimpin) menilai Bupati Moch Nur Arifin sengaja mengindahkan partai yang telah berjuang menghantarkan dirinya menduduki kekuasaan nomor satu di kota ‘kripik’ ini.

Nurhadi Rokhmad, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Trenggalek mengatakan , proses yang telah dilalui sesuai tahapan dari Panitia Pemilihan (Panlih) bentukan DPRD Kabupaten Trenggalek hingga kini belum menemukan titik temu.

“Bagaimana ada kesepakatan di partai pengusung jika satu partai saja tidak merespon baik keinginan kita untuk memusyawarahkannya,”ucapnya, Senin,(22/7) di Trenggalek.

Padahal menurut politisi kawak ini, hingga kini pihaknya sudah membuka peluang dengan membiasakan untuk hadir dalam setiap kesempatan pertemuan yang dilakukan pihak partai pengusung.

“PDIP selalu tidak datang, sampai terpilihnya Bupati Moch Nur Arifin sebagai ketuanya tidak pernah mau datang,”tuturnya.

Akibatnya , dari kelima partai pengusung diantaranya, Gerindra, Demokrat, PAN dan Golkar yang selalu mau meluangkan waktunya, tetapi dari PDI Perjuangan dipastikan abstain.

“Dihubungi melalui watshaap , telepon langsung juga tidak merespon dari Bupati Arifin selaku ketua DPC nya,”tandasnya.

Hal ini menurut Nurhadi, dari kesimpulan bersama teman sesama partai pengusung, tidak ada itikad baik  dari Bupati Arifin terhadap partai –partai yang telah mampu membantu untuk duduk di kursi pemimpin di Trenggalek.

“Jika sudah tidak membutuhkan partainya dan mungkin partai pengusung yang lain, mungkin kita akan lakukan melawan di lembaga legislatif,”tegasnya.

Hal ini beralasan pula karena selama ini berbagai kebijakan yang digagas Arifin sebagai wabup dan kini telah beralih menjabat sebagai bupati tidak ada yang menghambat.

“Selama ini kebijakan yang Arifin lakukan kita selalu dukung tidak pernah menghambat,” tukasnya.

Bahkan Dia menyarankan kepada Bupati Moch Nur Arifin agar sadar diri terhadap jabatan yang kini disandangnya untuk tidak terlalu ego bahkan arogansi. Karena apapun yang terjadi , menjalankan roda pemerintahan Trenggalek bukanlah seperti menjalankan perusahaan atau  bisnis yang dimiliki bupati selama ini.

“Harusnya Bupati Arifin yang punya inisiatif untuk melakukan pertemuan-pertemuan karena kalau keinginannya pemerintahan ini dipegang sendiri itu hal yang salah. Ini pemerintahan bukan perusahaan,” pungkasnya.(ham)