Diduga Pokir DPRD Trenggalek Diusut Polres

Petugas dari Polres Trenggalek saat berada di Gedung DPRD setempat, Selasa,(23/7)
Petugas dari Polres Trenggalek saat berada di Gedung DPRD setempat, Selasa,(23/7)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Muhtarom, menjelaskan jika dirinya hanya dimintai data fisik berkaitan dengan usulan anggota terhadap kegiatan baik fisik non fisik yang menjadi materi pembahasan di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Tim Penyidik Polres Trenggalek pihak yang meminta kepada sekretariat lembaga legislatif, memasuki kantor pukul 08.00 WIB dan selesei tidak lama dengan membawa setumpukan berkas yang telah dimintanya seminggu sebelum kedatangan kedua kalinya.

Berkas yang dibawa diantaranya, Buku Tata Tertib DPRD Kabupaten Trenggalek, Susunan Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Trenggalek,Notulensi Rapat Badan Anggaran (Banggar) Pembahasan KUA PPAS, dan Notulensi Rapat Banggar Pembahasan APBD.

Kesemuanya itu bersumber dari data APBD tahun 2014-2018.

“Kedatangan Polres ke sini terdiri tiga orang yang dipimpin Aiptu Ichwan dan langsung menemui ruang sekretaris,”ucap Muhtarom, Selasa,(23/7) di Trenggalek.

Dia menjelaskan, kedatangan Tim Polres Trenggalek itu hanyalah bersifat koordinasi saja sama halnya dengan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemkab Trenggalek.

“Itu hanya bersifat koordinasi biasa tidak ada yang istimewa,”jelasnya.

Sebenarnya, masih keterangan Muhtarom, kedatangan kali ini untuk yang kedua kalinya, sedangkan yang pertama sudah sejak seminggu sebelum kedatangannya kali ini.

“Kedatangan hari ini sudah kedua kalinya,”terangnya.

Bendelan yang dibawa, ditambahkan dia, ada beberapa bendel, seperti buku tatib satu bendel, keputusan DPRD tentang AKD satu bendel, Komisi satu bendel,  Banggar satu bendel dan beberapa bendel yang lainnya.

“ Tumpukan bendel itu dibawa langsung dalam map tanpa dibungkus kardus,”imbuhnya.

Sedangkan yang dibutuhkan Polres, materi yang berkaitan dengan usulan kegiatan dari anggota DPRD atau istilahnya Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Trenggalek.

“Yang ditanyakan kepolisian bahan atau materi tentang usulan kegiatan anggota dewan,”tandasnya.

Kini pihaknya masih belum memastikan permasalahan yang terjadi di DPRD Kabupaten Trenggalek dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak Polres Trenggalek.(ham)