Ketulusan Satgas TMMD 105 Trenggalek, Membuat Warga Tergerak

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Semakin hari semakin banyak warga yang tergugah hatinya untuk ambil bagian dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Antusias warga ini tentunya terinspirasi dari ketulusan TNI yang ingin mewujudkan jalan agar masyarakat tidak terisolir.

Kerja keras satgas ini juga menggugah Budianto, Kepala Desa Sumurup Kecamatan Bendungan,  untuk terus memotivasi warganya dengan ikut terjun dan membantu satgas dalam menyelesaikan semua sasaran fisik yang telah direncanakan.

Budi sapaan akrab Kades ini ikut mengecor jalan di Dusun Nitri RT. 24 RW 8 yang sedang digarap Satgas TMMD 105.

Budianto Kepala Desa Sumurup Kecamatan Bendungan mengatakan terjun langsung dirinya dengan membaur bersama Satgas TMMD 105 tentunya merasa malu kepada TNI apabila partisipasi warganya kurang.

Untuk itu disela-sela tugas kepemerintahannya, dirinya menyempatkan diri melihat warganya dalam membantu Satgas TNI.

“Saya melihat warga saya bahu membahu bersama Satgas TNI mengerjakan proyek pembangunan jalan dan rehab RTLH  yang menjadi sasaran TMMD, hal ini tentunya membuat hati saya lega,” tutur Budi.

Ditambahkan Budi, program TMMD 105 di Desa Sumurup yang tersebar di beberapa titik didesanya, membuat dirinya harus mengatur pembagian warganya.

Hal ini juga disampaikannya melalui ke tiga kepala dusunnya.

“Kita membagi warga agar semuanya ikut menyuseskan TMMD ini,”imbuhnya.

Tentang material bangunan, Budi memastikan bahwa semua material sudah siap di semua titik sasaran baik sasaran pembangunan jalan, talud, rehab RTLH maupun pembangunan MCK.

Kita pastikan semua material yang dibutuhkan sudah siap sehingga harapannya bisa mempercepat semua sasaran pembangunan TMMD 105 Trenggalek,” tandasnya.

Selain Kades ada juga Agus (23) cucu Mbah Paikem penerimaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang juga ikut ambil bagian membangun rumah neneknya.

Dari pantauan terlihat pula Mbah Wiji dan Pak parno dengan tubuh tuanya membersihkan pasir dari badan jalan.

Sementara Mbah Rijo di usia senjanya 72 tahun, masih bersemangat mengangkat material semen, disampingnya Samiyem janda 51 tahun juga tidak mau tinggal diam.

Meski terlahir sebagai seorang wanita Samiyem tidak canggung mengangkat cangkul membantu pembangunan jalan di desanya.

“Semua itu menjadi pemandangan yang menyejukkan, TNI dan masyarakat manunggal menjadi satu mewujudkan percepatan pembangunan di Tanah Air,”pungkas Kades Budi.(ham)