Dewan Trenggalek Dukung Kecamatan Ikut Cegah Stunting

Program penyuluhan stunting di kantor Kecamatan Bendungan
Program penyuluhan stunting di kantor Kecamatan Bendungan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dalam usaha bersama pencegahan stunting, DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mendukung upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Bendungan, dengan selenggarakan penyuluhan kesehatan  kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) di lingkup pemerintahannya.

Sukarodin, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek mengatakan pemberdayaan kesehatan, melalui metode penyuluhan mulai dari tingkat kecamatan seperti di Bendungan agar tercegah dari kondisi stunting yang pernah menjadi isu saat jelang Pilgub Jatim kemarin.

“Stunting pernah menjadi bahan isu di Pilgub Jatim kemarin,”katanya,Selasa,(23/7).

Pada akhirnya stunting di Trenggalek, menyebabkan dampak buruk citra daerah hingga menjadi sorotan tidak hanya regional bahkan nasional.

“Trenggalek sempat terkenal dengan kejadian shunting,”tuturnya.

Untuk itu, dia berharap kegiatan agar masalah stunting di Trenggalek terbebas dan tidak terjadi lagi melalui program pemerintah daerah yang didukung DPRD setempat.

“Terus digalakkan pemahaman akan kebutuhan Gizi anak, kesehatan lingkungan dan kesehjahteraan, ”harapnya.

Ditambahkannya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada priode emas 1.000 hari pertama kehidupan anak.

“Stunting menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan, dan ketika dewasa lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes,”imbuhnya.

Nur Kholik, Camat Bendungan mengatakan, stunting tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin tetapi juga terjadi pada anak keluarga kaya, di kota maupun di desa.

“Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, investasi apapun yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM menjadi tidak optimal,”katanya.

Stunting disebabkan oleh perilaku pola asuh dan pola makan yang tidak baik, serta sanitasi yang tidak bersih dan tidak sehat.

“Karena itu, stunting hanya bisa dicegah dengan memperbaiki pola asuh, pola makan, dan menciptakan sanitasi yang bersih dan sehat,”jelasnya.

Agar kondisi itu terwujud, keluarga perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak. Pemerintah Kecamatan Bendungan menyiapkan berbagai program dan aktivitas untuk mencegah stunting, antara lain merevitalisasi pos pelayanan terpadu (Posyandu) bagi sarana pendidikan gizi dan pemantauan tumbuh kembang balita, serta melatih para petugas kesehatan dan kader agar mampu mendidik masyarakat.

“Ketersediaan obat, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil serta vitamin A, obat cacing, dan imunisasi untuk balita,”tegasnya.

Penyuluhan yang menghadirkan Kades di lingkup Kecamatan Bendungan dan Tim Penggerak PKK yang ada di wilayah tersebut.(ham)