Protes Tak Lulus Seleksi Administrasi, Bacalon Kades Blumbungan Cekcok Dengan Panitia Penyelenggara Pilkades

Protes Bakal Calon Kades yang tidak lulus Seleksi Administrasi Persyaratan Cakades dan Puluhan Masyarakat Pendukungnya pada saat Cekcok dengan Panitia Penyelenggara Pilkades di Kantor Balai Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM
Tidak menerima keputusan panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) yang tidak meloloskan Bakal Calon Kadesnya, Puluhan Masyarakat Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bersama Bakal Calon Kadesnya, Kamis 25 Juli 2019 ngeluruk Kantor Balai Desa Setempat.

Kedatangannya ke Kantor Balai Desa Setel sekira pukul 08:00 Wib waktu lokal itu, untuk mengklarifikasi Keputusan Panitia Penyelenggara Pilkades yang tidak meluluskan keterlibatan dalam seleksi administrasi Bakal Calon kepala desa (Bacalon Kades) yang diusungnya.

Lantaran kekecewaanya kepada pihak panitia penyelenggara Pilkades yang memuncak, cekcok dan mulutpun antra kedua belah pihak tidak terhindarkan.

Bacalon Kades yang tidak lolos seleksi bersama masyarakat mendukungnya itu, ngotot atas keputusan panitia penyelenggara Pilkades yang terkesan tidak koperatif.

Pihaknya menganggap, keputusan Panitia Pilkades yang tidak meluluskan dirinya karena alasan kelengkapan persyaratan administrasi dirinya saat diseleksi yang tidak menyertakan SK pemberhentian dirinya sebagai Anggota BPD Desa setempat, dianggap tidak relefan.

“Kami sengaja datang ke kantor ini, karena saya pribadi  bersama pendukung saya merasa kecewa atas keputusun panitia Pilkades yang tidak meluluskan saya dalam seleksi persyaratan administrasi pendaftaran sebagai calon kades,” kata Pardi, Bakal Calon Kades Tidak Lulus Seleksi Administrasi, Kamis (25/07) / 2019).

Sementara itu, Panitia pilkades desa Blumpungan, Imam Syafii menjelaskan, bahwa keputusan yang dibuat oleh pihaknya itu telah sesuai dengan protap aturan yang diberlakukan pada tahap seleksi kelengkapan administrasi yang diminta oleh Calon Kades.

Menurutnya, saat dilakukan seleksi kelengkapan persyaratan administrasi milik Bacalon Kades atas nama Pardi itu memang tidak lengkap. Yakni, tidak melampirkan SK pemberhentiannya sebagai Anggota BPD Desa setempat yang sebelumnya di jabat.

“Keputuskan panitia itu sudah menjadi keputusan bulat panitia. Sebab, saat dilakukan diseleksi, ternyata miliknya itu memang tidak lengkap,” terang Imam Syafi’i, Anggota Panitia Pilkades Desa Blumbungan.

Syafi’i menjelaskan, pihak sebelumnya telah meminta kepada para calon kelapa desa yang tidak melengkapi persyaratannya itu untuk segera melengkapinya sebelum batas waktu pelaksanaan seleksi tiba.

Sosialisasi itu, sudah di umumkan dan sudah disampaikan pihaknya kepada para Bakal Calon Kades termasuk Bacalon Kades Pardi. Pihak Panitia, memintanya agar segera melengkapi administrasi persyaratannya. Yakni, melayangkan SK pemberhentian sebagai anggota BPD Desa lokal. * (IFA).