Tiga Aspek Menjadi Landasan Lahirnya Ranperda Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan

Sukarodin Ketua Komisi IV DPRD Kab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Daerah yang diusulkan pihak DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, diilhami dari tiga landasan, Filosofis, Sosialis dan Yuridis.

Hal ini disampaikan Sukarodin, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Rabu,(31/7) di Trenggalek.

“Keanekaragaman budaya seperti halnya di Trenggalek sangatlah rentan pengaruh globalisasi dan modernitas,”ungkapnya.

Adanya adat, seni dan peninggalan sejarah lainnya merupakan kekayaan yang harus dipertahankan kepemilikannya dan investasi yang tidak akan lenyap sepanjang dipertahankan dan dijaga kelestariannya.

“Warisan nenek moyang itu adalah kekayaan yang tidak habis jika dijaga,”imbuhnya.

Filosofis, yang mendasari lahirnya Ranperda itu sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 yang telah mengamanatkan kepada negara untuk mempunyai tanggungjawab untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.

Baca:  Ketua DPRD Trenggalek Ajak Berzakat di Bulan Ramadhan

“Termasuk memajukan kesejahteraan umum untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”jelasnya.

Sementara untuk landasan sosiologis menilik dari perkembangan zaman dimana ada kebutuhan masyarakat.

“Kini budaya dan segala yang tradisional menjadi komoditi pasar wisata serta mampu menghasilkan pendapatan masyarakat,”tuturnya.

Diterangkan Sukarodin, kesenian khas daerah, seperti tumbuh kembangnya Sanggar tari, Karawitan dan Musisi daerah dan lainnya perlu dirawat dan dilestarikan menjadi sumber pendapatan.

“Potensi itu kalau telah diperdakan ya harus diberdayakan,”terangnya.

Kemudian untuk landasan Yuridis, akan mengkaji seluruh aspek hukum dan peraturan , baik dari yang sudah ada maupun yang belum terakomodir.

“Kita akan evaluasi dari sisi hukumnya,”pungkasnya.(ham)