Trenggalek Ethnic Carnival Tingkat SD/MI dan SMP/MTs, Bupati Kagum Sajian Gagrak Ampak Ampak Ngalengko Dirojo

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Berbagai macam seni budaya tradisional ditampilkan dalam Trenggalek Ethnic Carnival 2019 tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur membuat kagum Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin.

Pelaksanaan rutin tahunan ini dalam rangka memperingati HUT ke 74 Republik Indonesia dengan start dari Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta finish di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha lingkup Pemkab setempat, Kamis,(1/8)

Bupati Moch Nur Arifin mengatakan agenda yang rutin digelar pada bulan Agustus tersebut berlangsung cukup meriah dengan tidak hanya menampilkan beberapa kesenian khas Trenggalek seperti Turonggo Yakso dan Tiban hingga upacara adat saja.

“Selain juga budaya nusantara seperti tarian daerah, kisah pewayangan, seni reog dan sebagainya juga tersaji di event ini,”katanya.

Baca:  Plt Sekda Trenggalek Tekankan Orang Tua Canangkan Gernas Baku

Tampilnya kolosal Gagrak Ampak-Ampak Ngalengko Dirojo sempat mencuri perhatian orang nomor satu di Trenggalek ini.

Seperti penampilan sendra tari wayang orang yang diperagakan siswa siswi SMPN 3 Trenggalek yang mengambil judul Gagrak Ampak-Ampak Ngalengko Dirojo “Sinto Obong”.

“Ini kreasi baru yang diadopsi dari cerita pewayangan,”jelasnya.

Menceritakan kisah penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana yang membuat geger Kerajaan Kiskenda.

“Segera Hanoman, Subali, Sugriwa beserta prajurit kera menghadap Prabu Ramawijaya,”imbuhnya.

Maka diutuslah Hanoman sebagai duta dan bergegas menuju kerajaan Alengka.

“Menyelinap di taman sari Pranacitra dan melihat Sinta dalam keadaan sedih,”tuturnya.

Dikatakan Gus Ipin sapaan akrab pria ini, Trenggalek Ethnic Carnival memang digelar untuk mendorong kreatifitas siswa siswi dalam melestarikan seni budaya tradisional.

Baca:  Mahasiswa DPO Pengeroyokan Panggul Trenggalek Ditangkap

“Tidak hanya kesenian lokal, namun juga kesenian nusantara seperti wayang orang yang juga ditampilkan dalam pawai,”katanya.

Melalui Ethnic Carnival pula, generasi muda yang biasanya lebih tertarik akan budaya luar, diharapkan semakin mengenal dan cinta terhadap budaya tradisonal, budaya leluhur yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Antusiasme masyarakat dengan kegiatan tersebut juga sangat tinggi. Terlihat masyarakat memenuhi sepanjang rute yang dilalui pawai.

Bersama Forkopimda dan Ketua PPHBN Trenggalek, Sugeng Widodo, S.H., serta beberapa pejabat lainnya, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, juga antusias saat menerima ketadangan peserta Ethnic Carnival di garis finish.

“Yang berbeda kali ini, kita juga menampilkan ethnic carnival yang tidak hanya berkaitan dengan tradisi Trenggalek, tetapi juga tradisi seluruh Nusantara,” tutur Bupati.

Baca:  Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Aparat Tindak Tegas Oknum Penimbun Bahan Pokok

Dari informasi yang dihimpun, ethnic carnival tingkat SD/MI sebagai juara ke 1 diraih SDN 3 Ngantru dan SMP/MTs diraih MTsN 1 Trenggalek.(ham)