LSM Cium Aroma Permainan PPK dan Rekanan, Aparat Penegak Hukum Diminta Turun

Papan proyek pembangunan gedung baru di RSUD Ploso Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Molornya proyek pembangunan gedung rawat inap VIP berlantai II RSUD Ploso, Kabupaten Jombang Jawa Timur, lantaran persoalan pemasangan tiang pancang, membuat LSM di Jombang angkat bicara.

Menurut Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK), Aan Anshori, pembangunan proyek gedung rawat inap VIP yang anggarannya bersumber dari APBD sebesar Rp 9,4 miliar, syarat akan permainan antara rekanan dan PPK.

Pasalnya proyek yang belum dikerjakan rekanan tersebut, sudah mengalami perubahan pelaksanaan. Hal ini menyusul adanya kesulitan dari pihak rekanan dalam melakukan pengadaan tiang pancang yang sejatinya sudah diatur dalam dokumen lelang.

“Pekerjaan belum juga mulai, tapi ini sudah ada perubahan pelaksanaannya, mulai dari diameter tiang pancang, dan kualitas tiang pancang,” terang Aan pada sejumlah journalis, Selasa (6/8/2019).

Saat disinggung bahwa pihak rekanan yang mengerjakan proyek milyaran rupiah tersebut, mempunyai track recod buruk di Jombang, maupun dikota lain. Aan yang juga merupakan aktifis Gus Durian tersebut, menegaskan bahwa hal itulah yang menjadi bukti awal kuatnya permainan antara rekana dan PPK.

“Jika track record demikian benar adanya maka hal ini merupakan petunjuk alat bukti yang bisa dijadikan pegangan oleh aparat hukum untuk membongkar dugaan korupsi di RSUD Ploso,” ujar Aan.

“Bagiku, bukan hal sulit kok bagi kejaksaan atau kepolisian untuk membongkarnya. Tinggal mengukur sejauhmana komitmen aparat hukum untuk menindaklanjuti secara pro-yustisia,” sambung Aan.

Lebih lanjut Aan mengatakan bahwa pembangunan proyek RSUD Ploso itu, merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Untuk itulah pihak aparat penagak hukum harus serius dalam membongkar permainan korupsi di RSUD Ploso.

“Korupsi adalah kejahatan yang sangat merugikan masyarakat. Itu sebabnya perlu diberantas sampai ke akar-akarnya. Aparat tidak perlu ragu, apalagi takut. Aku mendukung kejaksaan dan kepolisian untuk membongkarnya,” tukas Aan.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan gedung rawat inap VIP berlantai II RSUD Ploso, Jombang Jawa Timur, masih menyisahkan sejumlah polemik. Salah satunya, diakibatkan adanya keterlambatan pada proses pemasangan tiang pancang

Selain itu, hingga hari ini alat pancang tripotdal atau crane pancang tripotdal, belum didatangkan dilokasi pembangunan gedung tersebut.(elo)