Kurangi Penggunaan Plastik, Bupati Ponorogo Terbitkan Surat Edaran Untuk Kemasan Daging Kurban

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Seiring dengan program pemerintah pusat untuk mengurangi penggunaan plastik, Pemkab Ponorogo membuat himbauan agar warga masyarakat tidak menggunakan kemasan plastic (kresek) untuk wadah daging qurban di lebaran Idul Adha mendatang.

Dinas Lngkungan Hidup telah menerbitakn surat edaran terkait himbauan itu. Kepala Dinas Lingkungan hidup Ponorogo Sapto Jatmiko mengatakan, surat edaran nantinya akan diberikan kepada OPD di lingkup Pemkab Ponorogo, instansi vertikal, lembaga pendidikan, ormas, takmir masjid dan lainnya.

Khusus untuk OPD di lingkup Pemkab Ponorogo, Bupati mewajibkan agar tidak menggunakan kemasan plastik atau kresek.

OPD Pemkab harus menjadi contoh bagi lainnya, dalam program pengurangan sampah palstik.

Sapto menjelaskan, karena himbauannya tidak menggunakan plastik untuk bungkus daging qurban, maka kemasannya bisa menggunakan daun pisang, daun jati, pandan,  atau diberikan dengan kemasan besek anyaman bambu.

Baca:  Setelah Jalani Swab 22 dan12 Kali, Dua Pasien Positif COVID-19 Ponorogo Dinyatakan Sembuh

“Untuk kemasan non plastik bahannya seperti daun pisang dan jati, besek, yang bisa dengan mudah didapatkan di Ponorogo,”terang Sapto Jatmiko.

Sapto menambahkan, wadah berbahan bambu seperti besek bisa dengan mudah dibeli dipasar-pasar tradisional.

“Banyak sekali pengrajin besek di Ponorogo, seperti di Sawoo, Jetis dan Bungkal. Dengan begitu himbauan Bupati itu tidaklah sulit untuk dilaksanakan di Ponorogo,”tegasnya.

Selain melalui surat edaran, himbauan tidak menggunakan plastik untuk wadah daging qurban, himbauan juga disampaikan melalui media sosial.

“Mengapa plastik atau kresek sebaiknya dihindari, karena sampah plastik tidak bisa diurai. Lebih-lebih plastik atau kresek warna hitam dibuat dari limbah plastik yang kita tidak tahu asal mulanya,”uranya.

Baca:  Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Pembobolan Kartu Kredit Beromset Puluhan Juta di Surabaya

Dikatakanya,”jika daging qurban terkena zat kimia yang mungkin berbahaya tentu juga akan membahayakan bagi manusia,”pungkasnya.