Warga Kedamean Gresik Laporkan Mantan Kadesnya ke Kejari Gresik

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Puluhan warga Kedamean, Gresik mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik untuk melaporkan mantan Kadesnya atas dugaan kasus penyerobotan tanah Gendom (GG) yang berada di Dusun/ Desa Kedamean, Kabupaten Gresik, Selasa (06/08/2019).

etelah menempuh sekitar satu dekade, bergulirnya kasus dugaan penyerobotan tanah negara tersebut, kini warga Kedamean melengkapi berkas dan melaporkanya dugaan kasus penjualan tanah gendom ke pihak investor yakni PT. Prima Damai selaku developer dan mempertanyakan kemana uang hasil transaksi jual beli yang tidak jelas jluntrungnya itu.

Tanah Gendom ( GG ) dengan luas 5,8 hektare tersebut diduga laku dengan harga Rp 13 miliard.

Pada pemberitaan sebelumnya, hal ini diakui oleh pihak pengembang, karena keberadaan tanah tersebut mengganggu jalanya proyek PT. Prima Damai.

Baca:  Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik dan Pengda IPPAT Tandatangani Mou Pembuatan 1.000 Akta Tanah Gratis

Warga Kedamean yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Aset Negara, melalui korlapnya Nur Qomari mengatakan,”rumor yang beredar, tanah Gendom itu sudah laku. Pembelinya adalah PT. Prima Damai Mas, kalau menurut mantan Kades TS uang hasil penjualan itu dimasukan dalam kas desa, tapi fisiknya tidak ada,” tandas Qomari.

Fakta di lapangan juga simpang siur, realitanya tanah Gendom itu oleh oknum mantan Kades, diatas namakan ke 9 orang dulu sebelum dijual ke pengembang yang kesemuanya masih orang dekat oknum mantan Kades TS. “Itu merupakan rekayasa TS untuk bisa menguasai tanah tersebut,”bebernya.

Menurut beberapa keterangan warga, setatus tanah Gendom sebelum dipindahtangankan ke investor, tanah itu diatasnamakan ke 9 orang warga, sehingga statusnya menjadi hak milik pribadi.

Baca:  Pasca Dinobatkan Sadar Hukum, Dewan Trenggalek Ingin Pemkab Lanjutkan Pembinaan 

“Benar, tanah Gendom tersebut sebelum dijual diatasnamakan ke 9 orang warga, semuanya adalah orang terdekat TS,”papar beberapa warga saat mengawal laporan ke Kejari Gresik.

Sementara Aris Gunawan, ketua LSM FPSR mengatakan,”demi membela kebenaran dan keadilan kita akan kawal terus kasus dugaan penyerobotan tanah GG ini sampai tuntas. Alhamdulillah, laporan warga diterima dan ditanggapi oleh Kasi Pidsus Kejari Gresik Andrey Dwi Subianto. Pihaknya berjanji akan menindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku,”pungkas Aris. ( Irwan )