Satu Bulan Mangkrak Tanpa Progres, Rekanan dan PPK Tunggu Tiang Pancang

Papan proyek pembangunan 4 gedung di RSUD Ploso, yang menelan anggaran 14 Milyar

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Terhitung satu bulan lebih dari tanda tangan kontrak pada 4 Juli lalu. Pembangunan gedung rawat inap lantai II RSUD Ploso, Jombang, Jawa Timur yang menelan anggaran Rp 9,4 miliar belum juga dikerjaan. Bahkan, selama satu bulan masih berkutat pada pembesian dan bekisting.

”Kalau dari pengawasnya kemarin masih belum bisa diprogres. Karena menunggu persiapan tiang pancangnya,” ujar Heru Purwanto, Pejabat Pembuat Komitmen RSUD Ploso Jombang kemarin.

Memang diakui Heru bahwa, untuk pemasangan tiang pancang kembali molor seminggu dari rencana pemasangan pada 7 Agustus kemarin. Rencananya crane tersebut baru bisa didatangkan ke Jombang pada 12 Agustus mendatang.

”Selain itu alatnya cranenya masih belum bisa didatangkan, karena masih digunakan di Sidoarjo,” katanya.

Sementara itu, kondisi di lapangan sendiri masih belum ada pekerjaan yang signifikan. Bahkan progres hanya berkutat pada pembesian saja. ”Pekerjaan ada masih tahap pembesian untuk teknisnya bisa ke manager proyek,” ungkapnya.

Saat disinggung, tidak ada opsi untuk penghentian pekerjaan hingga putus kontrak sama seperti yang diungkapkan Komisi C DPRD Jombang. Heru menjawab santai dan masih memberikan kesempatan. ”Dikasih kesempatan dulu, kan masih ada waktu. Kami juga akan melakukan evaluasi terus. Itu kan juga baru mulai,” tegasnya.

Terpisah, Topan Dewa manager proyek RSUD Ploso membenarkan jika, pembangunan gedung lantai dua masih dalam tahap persiapan saja. ”Jadi pembesian sudah kita siapkan dulu, ketika pancang datang langsung proses. Metode kerjanya juga sudah kami siapkan,” terangnya.

Lebih lanjut Topan menjelaskan bahwa, untuk satu bulan masih dalam tahap proses pembesian, dikarenakan untuk tiang pancang belum bisa dikirim. ”Kemarin sudah dapat 60 tiang pancang. Akan tetapi pabrikasi tiang pancang masih berjalan karena membutuhkan kurang lebih 140 titik,” tegasnya.

Hanya saja memang, lanjut Topan, saat ini masih menunggu crane untuk pemasangan tiang pancang. Karena crane tersebut masih digunakan untuk proyek di Sidoarjo. ”Jadi pemasangan diperkirakan minggu depan. Untuk pemasangan tiang pancang cepat paling memakan waktu 2 minggu saja,” tukas Topan.

Sementara itu, menanggapi mangkraknya pekerjaan di gedung rawat inap VIP lantai II itu, Direktur RSUD Ploso, dr Ahmad Iskandar Zulkarnain memanggil pihak-pihak terkait, untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi.

”Pemanggilan ini untuk mempertanyakan progres pekerjaan yang mulai tanggal 4 Juli hingga sekarang,” ujar Iskandar.

Memang diakuinya, ada keterlambatan pekerjaan dalam pembangunan gedung rawat inap berlantai dua yang menelan anggaran sebesar Rp 9,4 miliar.

”Karena ada keterlambatan itu, kami menuntut untuk melakukan penjadwalan ulang dengan kopensasi keterlambatan mulai dari 4 Juli hingga sekarang,” terangnya.

Dengan melakukan penjadwalan ulang,  Iskandar berharap agar mampu mengejar keterlambatan, sehingga bisa selesai sesuai target yang sudah ditentukan. Dan terhindar dari kesulitan segi administrasi.

”Kan memang targetnya kemarin 30 Desember, hanya saja saya minta agar bisa diselesaikan pada 20 Desember,” bebernya.

Selain itu, Iskandar juga menuntut pada rekanan agar mengerjakan pekerjaan lainnya, yang tidak berhubungan dengan tiang pancang. Mengingat permasalahan sekarang, terkendala alat crane untuk memasang tiang pancang. ”Tadi katanya tiang pancang sudah siap dikirim, hanya saja crane masih digunakan proyek di Sidoarjo,” terangnya.

Kendati demikian, imbuh Iskandar, rencana untuk pemasangan tiang pancang akan dikerjakan pada Senin (12/8) depan. ”Rencananya tadi akan dipasang pada tanggal 11 Agustus, karena tanggal merah diganti tanggal 12,” pungkasnya.(elo)