Rekanan Molor Diluar Scedule, PPK Proyek RSUD Ploso Hanya ‘Santai’

Proyek pembangunan gedung rawat inap VIP lantai II di RSUD Ploso yang masih nol persen

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Molornya pembangunan gedung rawat inap VIP lantai II di RSUD Ploso, yang lebih dari satu bulan, membuat scedul pelaksanaan proyek yang ada dalam dokumen lelang, amburadul.

Pasalnya, pelaksanaan proyek yang harusnya dimulai tanggal 4 Juli itu, hingga hari ini masih berkutat pada pembesian. Namun parahnya, pihak PPK proyek yang anggarannya bersumber dari APBD sebesar Rp 9,4 miliar, tidak memberikan surat teguran pada rekanan.

Hal ini tentu mendatangkan pertanyaan bagi public, termasuk dari sejumlah pelaku usaha bidang kontruksi. Menurut keterangan salah satu rekanan di Jombang, yang namanya enggan untuk dipublikasikan.

“Umumnya ditegur ama PPK, nah ini harusnya ada teguran dulu dari pihak PPK, teguran pertama, kedua ke tiga kalau dia (rekanan, red) tetap tidak bisa mendatangkan tiang pancang, batas waktu itu kan ada schedule saat kita nawar pada proses lelang,” ujar L, yang mewanti-wanti namanya untuk dipublikasikan.

Lebih lanjut L mengatakan bahwa dalam penawaran saat proses lelang, setiap rekanan pasti mencatumkan schedule pelaksanaan pengerjaan proyek. Mulai dari awal pembesian, penggalian tanah untuk memasang tiang pancang, dan lain sebagainya.

“Schedule ini pasti ada di dokumen lelang, saat rekanan melakukan penawaran. Dan kalau melebihi batas waktu itu ya seharusnya ada teguran dari PPK,” terangnya.

Jika memang terjadi keterlambatan, menurut penjelasan L, pihak rekanan pada saat melakukan penawaran pada proses lelang yang dilakukan oleh ULP, itu dilakukan secara asal-asalan. “Itu awur-awuran schedule pelaksanaanya,” tukasnya.

Sementara itu, PPK RSUD Ploso, Heru Purwanto, membenarkan bahwa terhitung satu bulan lebih dari tanda tangan kontrak pada 4 Juli lalu. Pembangunan gedung rawat inap lantai II RSUD Ploso yang menelan anggaran Rp 9,4 miliar, masih berkutat pada pembesian dan bekisting.

”Kalau dari pengawasnya kemarin masih belum bisa diprogres. Karena menunggu persiapan tiang pancangnya. Selain itu alat cranenya masih belum bisa didatangkan, karena masih digunakan di Sidoarjo,” kata Heru.

Saat disinggung, apakah sudah memberi teguran kepada pihak pelaksana lantaran pekerjaan sudah molor 1 bulan. Heru mengakui masih belum memberikan teguran, karena memang masih ada waktu kurang lebih 4,5 bulan untuk menyelesaikan pembangunan gedung berlantai dua tersebut.

”Tetap kita dikejar, pihak pelaksana juga sanggup dan sudah memaparkan metode pekerjaannya seperti apa juga sudah disampaikan. Pekerjaan ada, masih tahap pembesian untuk teknisnya bisa ke manager proyek,” ungkapnya.

Saat disinggung, tidak ada opsi untuk pengentian pekerjaan sampai putus kontrak sama seperti yang diungkapkan Komisi C DPRD Jombang. Heru menjawab santai dan masih memberikan kesempatan. ”Dikasih kesempatan dulu, kan masih ada waktu. Kami juga akan melakukan evaluasi terus. Itu kan juga baru mulai,” pungkasnya.