Walikota Madiun Ditahan KPK, Warga Aksi Cukur Gundul

walikota-madiun-ditahan-kpk-warga-aksi-cukur-gundulKANALINDONESIA.COM : Belasan warga Kota Madiun melakukanr aksi cukur gundul di depan Pasar Besar Kota Madiun (PBKM), Kamis (24/11/2016).

Aksi ini sebagai bentuk melepas nadzar atas ditahannya Walikota Madiun Bambang Irianto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (23/11/2016) kemarin.

“Kami juga menyediakan jenang sengkolo sebagai simbol hilangnya malapetaka atas terbongkarnya kasus korupsi proyek PBKM senilai Rp. 76,5 miliar. Aksi ini sebagai bentuk nadzar dan syukur pernah kami ucapkan saat melaporkan kasus ini kepada KPK pada 28 Februari 2013 silam,” ujar koordinator aksi, Budi Santoso.

Ia menyatakan saat itu sejumlah kalangan bernadzar, jika kasus PBKM terbongkar oleh aparat penegak hukum, maka akan cukur gundul.

“Ini nadzar saya. Saat itu, LSM Wahana Komunikasi Rakyat (WKR) melaporkan PBKM ke KPK, akhirnya benar-benar ditindaklanjuti oleh KPK dan hasilnya seperti saat ini,” tandasnya.

Aksi ini, tambahnya, merupakan bentuk kegembiraan dan rasa syukur setelah sekian lama ngendon. Sebelum melaporkan kasus ini ke KPK, WKR tahun 2011 dan 2012 lalu, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun merespon dugaan korupsi dan menurunkan tim penyidik pada tahun 2012.

Entah mengapa, kasus diambil alih Kejaksaan Tinggi-Jawa Timur (Kejati-Jatim) dan di Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dengan dalih tidak ada kerugian.

“Hasil dari KPK sebagai tamparan keras bagi institusi Kejaksaan. Alasan itulah kami tidak bisa menerima. Makanya kami akhirnya melaporkan ini kepada KPK,” ujarnya.

Ia mengharapkan kasus ini menjadi terakhir, dapat dijadikan pelajaran berharga bagi pejabat-pejabat lainnya, khususnya di Kota Madiun.

“Pejabat jangan lagi bermain-main dengan program menggunakan uang negara. Harapan lain, kasus diusut tuntas,” ujarnya serius.(AS)