Proyek RSUD Ploso Semakin Molor, Tak Ada Teguran Justru Ada Reschedule dari PPK

Pembangunan proyek gedung rawat inap VIP lantai II RSUD Ploso, yang mangkrak

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Proyek pembangunan gedung rawat inap VIP lantai II RSUD Ploso, Jombang, Jawa Timur, dipastikan terlambat selesainya. Sesuai dokumen kontrak, proyek ini dimulai tanggal 4 Juli, dan akan berakhir pada 30 Desember.

Namun, bangunan gedung yang anggarannya mencapai 9,4 Milyar dari APBD itu, hingga hari ini masih juga belum dikerjakan. Pasalnya, tiang pancang yang menjadi bagian penting pembangunan gedung lantai dua tersebut, juga masih belum terpasang.

Meski dapat pengawasan yang ketat dari TP4D, namun hingga kini proyek tersebut masih tetap molor dari jadwal yang ditentukan.

Menurut keterangan PPK RSUD Ploso, pemasangan tiang pancang untuk bangunan gedung rawat inap VIP lantai dua itu awalnya akan dilakukan pemasangan tiang pancang pada tanggal 7 Agustus. Akan tetapi hal itu molor lagi, karena usia beton belum cukup.

Selain itu, alat crain untuk memasng tiang pancang masih berada di Sidoarjo. Untuk itu pemasangan tiang pancang akan dilakukan pada tanggal 12 Agustus, akan molor lagi, dan baru dikerjakan pada tanggal 18 Agustus nanti.

“Tanggal 15 itu alatnya baru selesai dari Sidoarjo, dan tanggal 17 gak boleh kerja, maka tanggal 18 baru dikerjakan. Ya jadi yang tanggal 12 gak jadi pasang. Untuk tiang pancangnya sudah dikirim sekitar 60 batang,” terang Heru, pada sejumlah jurnalis, Minggu (11/8/2019).

Lebih lanjut Heru mengatakan bahwa dari hasil rapat dengan rekanan dan pengawas, ada penjadwalan ulang pelaksanaan pemasangan tiang pancang dari tanggal 12 menjadi tanggal 18. “Kan ada rescheduling hasil rapat kemarin, nanti ini kan masih dikerjakan. Ya paling tidak pekerjaan tidak sampai 30 Desember selesai, kalau tiang pancang tanggal 18 sampai tanggal 25 lah mas,” ujar Heru.

Saat disinggung apakah pihaknya sudah melakukan teguran pada rekanan yang mengalami keterlambatan pemasangan tiang pancang, tersebut. Heru dengan santai menjawab bahwa pihak rekanan sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan kontrak, sehingga ia tidak memberikan teguran apapun.

“Kalau teguran gak ada mas, karena yang lainnya jalan mas. Kecuali kalau yang lainnya progesnya jelek baru ditegur,” tukas Heru.

Terpisah, Direktur RSUD Ploso, dr Ahmad Iskandar Zulkarnain, pihaknya belum mengetahui jika ada penjadwalan ulang untuk pemasangan tiang pancang. Menurut Iskandar, pemasangan tiang pancang akan dilakukan pada tanggal 12 Agustus besok. “Menurut jadwal pelaksanaan kemarin 12 Agustus seperti itu,” ungkap Iskandar.

Masih menurut penjelasan Iskandar, untuk tiang pancang memang sudah didatangkan, namun untuk alat memang belum. Untuk itu rekanan harus tetap mengerjakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Intinya gini, mereka (rekanan, red) kan diberi kesempatan menyelesaikan sesuai dengan batas waktunya,” kata Iskandar.

“Kalau keterlambatan yang cukup lama ini, memang dilakukan penjadwalan ulang, dimana setiap target pekerjaan yang harus dilakukan ini agar bisa dikejar dan diselesaikan dengan target yang kita minta,” sambung Iskandar.

Ditanya lebih lanjut, terkait apakah ada teguran, dari pihak RSUD Ploso, mengingat direktur RSUD Ploso, sebagai kuasa pengguna anggaran. Menanggapi hal tersebut, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan PPK, apakah memang PPK sudah memberikan teguran atau belum, dengan adanya keterlambatan yang cukup lama itu.

“Nanti kita akan kordinasi dengan PPK, karena yang menandatangani kontrak itu kan PPK. Ya saya tidak bisa bilang suruh negor atau gimana ya, nanti jangan-jangan sudah diberikan surat teguran oleh PPK,” paparnya.

“Yang jelas nanti kita akan dorong PPK untuk memberikan teguran, dan melakukan penjadwalan ulang. Nah kita juga ingin tau upaya-upaya apa yang akan dilakukan PPK, pada rekanan agar pekerjaan ini bisa selesai pada waktunya,” pungkas Iskandar.

Perlu diketahui bahwa pembangunan proyek gedung baru di RSUD Ploso, menelan anggaran hingga 14 Milyar. Dan anggaran tersebut, terbagi menjadi 4 kegiatan. Salah satu anggaran terbesar, yang mencapai angka 9,4 milyar digunakan untuk membangun gedung rawat inap VIP lantai II, yang kini masih mangkrak.(elo)