Terungkap Penelantaran Bayi Di Musholla Kebonsari Madiun

img_20161125_154643KANALINDONESIA.COM : Dalam waktu 24 jam, petugas Polsek Kebonsari dan Polres Madiun, berhasil mengungkap pelaku penelantaran bayi, yang ditinggalkan di mushola Nurul Abror, Dusun Bangunrejo, Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari Madiun, Kamis (24/11/2016) sekitar pukul 03.30 pagi.

Petugas pertama kali menangkap pelaku penelantaran bayi yaitu AAJ(24) warga Dusun Ngiri, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Kamis (24/11) pukul 15.30, dirumahnya. Selanjutnya, LNF(24)  Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

“Kami sambil memfoto barang bukti mencari informasi terduga penelantaran bayi itu. Berkat kerja cepat, kami di salah satu kontrakan di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, mendapat informasi berharga tentang terduga pelaku penelantaran bayi,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Hanif  Fatih Wicaksono, Jum’at (25/11/2016).

Selanjutnya, petugas langsung menuju rumah sang pria, begitu didatangi petugas langsung mengakui perbuatannya. Lalu, petugas mendatangi rumah sang wanita dan membawa ke Mapolres Madiun guna pemeriksaan intensif. Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku hubungan tidak direstui kedua orang tuanya.

Keduanya, kos di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, dari hamil hingga melahirkan bayi berusia 3 bulan, tidak pernah pulang. Sehingga, orang tua keduanya, tidak mengetahui kondisi kedua pasang kekasih itu. Keduanya sepakat untuk meninggalkan bayi ke suatu tempat, sambil mempersiapkan berbagai hal seperti susu, selimut dan lain-lain.

Seluruh isi barang ditaruh dalam tas besar warna hijau, keduanya naik motor Yamaha Vega ZR nopol AE 5973 RL. Berangkat, Kamis (24/11) pukul 02.30, setelah berputar-putar menaruh bayi bersama perlengkapan di pojok mushola itu. Sebelum meninggalkan sang anak, keduanya sempat menciumi pipinya.

Saat Khudori warga setempat usai adzan subuh atau pukul 04.15, terdengar suara tangis bayi. Temuan itu dilaporkan kepada perangkat RT dan desa, diteruskan ke Polsek Kebonsari. Bayi sempat dititipkan satu Poliklinik di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari.

“Atas perbuatannya, pasangan kekasih itu dijerat pasal 305 KUHP pasal 77B UU Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 5,6 tshun,” AKP Hanif.(AS)