Polres Ngawi Bekuk Komplotan Curanmor Antar Daerah

pelaku dan penadah diamankan bersama barang bukti
pelaku dan penadah diamankan bersama barang bukti

KANALINDONESIA.COM : Satreskrim Polres Ngawi berhasil tangkap komplotan pendurian bermotor (Curanmor) antar kota.

Pelaku adalah  DK (27) warga Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kodya Semarang, Jawa Tengah inipun berakhir ditangan Satreskrim Polres Ngawi. Aksi jahat DK terungkap berawal dari tindak pencurian sepeda motor Honda Revo nopol AE 6033 LG didepan BRI Unit Tambakromo, Kecamatan Geneng, sekitar pukul 16.00 WIB pada Senin (23/11/2016)lalu.

Pengakapan pelaku bermula dari seorang korban yang mendatangi BRI Unit Tambakromo sekitar pukul 12.40 WIB dengan memarkir sepeda motornya dihalaman namun lupa mencabut kunci kontaknya.

“Pelaku DK saat kejadian memang ada didalam bank untuk melakukan transfer uang. Begitu keluar.dilihatnya ada sepeda motor yang kuncinya masih menempel dan langsung dia gasak,” jelas Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Andy Purnomo, Jum’at (25/11/2016).

Petugas yang menerima laporan kehilangan sepeda motor, langsung melakukan olah TKP dan pengembangan. Polisi langsung melakukan pengejaran dan selang sehari dari kejadian DK berhasil diringkus saat melintas di Jalan Raya Blitar-Kediri.

Dari pengakuan DK, hasil kejahatanya tersebut langsung dilempar ke penadah yang ada di Ngawi.

Tidak mau kehilangan buruanya, petugas pun berhasil mengamankan dua orang yang diindikasi sebagai penadah yaitu Sup (32) warga Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Ngawi dan Yul (44) warga Desa Tlobang, Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, yang selama ini indekos di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi.

“Setelah dikembangkan dari DK ini langsung kami amankan dua orang lagi yang diduga sebagai penadah sepeda motor. Meski demikian kasusnya terus kami lidik untuk mengungkap kasus serupa lainya siapa tahu pelakunya sama. Barang bukti yang berhasil diamankan seperti uang tunai Rp 300 ribu dan Rp 110 ribu sisa hasil penjualan yang ditarik dari penadah,” pungkas AKP Andy Purnomo. (dik)