Bersaing di Pilkades Tunjungmekar, Pasutri Bersaing Visi dan Misi

Lisanah mencium tangan Suparlan suaminya seusai pengundian nomor dalam tahapan pilkades Tunjungmekar. Foto: istimewa

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pemilihan kepala desa (pilkades) memang bisa dilangsungkan jika terdapat dua calon atau lebih. Jika hanya satu calon yang maju, maka pilkades tak bisa dilangsungkan.

Atas persyaratan itu, banyak calon kades boneka yang bertujuan hanya untuk melengkapi persyaratan. Hal itu terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan. Ada 64 pasutri yang akan ikut dalam pesta demokrasi ditingkat desa tersebut. Dari jumlah pasutri calon kepala desa ada di Desa Tunjungmekar, Kecamatan Kalitengah.

Suparlan dan Lisanah salah satu pasangan suami istri yang akan bertarung memperebutkan jabatan kepala desa di desa yang memiliki dua dusun, yakni Lembung Lor dan Lembung Kidul tersebut.

Bagi Suparlan, pemilihan kepala desa tahun ini merupakan pemilihan kepala desa untuk kedua kalinya setelah kemarin dia menjabat sebagai kepala desa selama enam tahun kebelakang. Sedangkan bagi Lisanah adalah pengalaman pertama yang terasa menegangkan.

Saat ditemui disela-sela acara penetapan calon kepala desa, Senin (12/8/2019) Lisanah mengatakan sepertinya bermimpi bisa mencalonkan diri menjadi kepala desa.

“Dulu mas, saya melihat kepala desa (petinggi) merupakan orang hebat, hebat dari segala-galanya. Lha sekarang saya menjadi calon kepala desa tersebut,” kata Lisanah seraya tersenyum.

Walaupun ada yang beranggapan bahwa kehadirannya sebagai calon boneka, namun Lisanah tetap akan mengikuti tahapan-tahapan dalam pemilihan kepala desa termasuk penyampaian visi dan misi.

“Visi dan misi saya tidak sama dengan punya suami mas. Saya berharap visi dan misi saya tersebut bisa digunakan suami untuk menjadi pelengkap visi dan misi suami agar lebih baik pada periode keduanya nanti,” ujar Lisanah.

Sementara itu, Suparlan sang suami mengatakan istrinya dijadikan calon kades karena terpaksa. Ia bercerita, warga tetap menghendakinya melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua.

Suparlan mengharapkan dalam pemilihan kepala desa nanti bisa berjalan lancar. Dia juga tetap berusaha mendapatkan suara yang banyak dari masyarakat Desa Tunjungmekar. Pendekatan terhadap warga juga tetap dilakukannya.

“Suami istri kan di rumah mas, lha kalau disini ya tetap harus bisa membedakan,” ujar Suparlan tersenyum.

Salah satu Panitia Pilkades Tunjungmekar Mat Rukun,mengatakan, berdasarkan peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang kepala desa, sudah ditentukan minimal calon ada dua orang dan maksimalnya lima orang.

“Sesuai peraturan, tidak ada calon tunggal atau musuh kotak kosong. Maksimal calonnya ada lima orang dalam Pilkades ini,” terang Rukun kepada Kanalindonesia.com

Kalau persyaratannya sudah lengkap, maka akan ditetapkan sebagai calon kepala desa. Kalaupun ada sepasang suami istri mendaftar itu biasa saja.

Rukun menambahkan, pada pelaksanaan pilkades serentak ini sudah memasuki tahapan pengundian nomor urut. Panitia terlebih dulu menetapkan calon tetap peserta pilkades.

Jurnalis : omdik/ferry
Kabiro : ferry mosses