TKI Taiwan Asal Ngawi Dikabarkan Meninggal Karena Kecelakaan

tki-taiwan-asal-ngawi-dikabarkan-meninggal-karena-kecelakaanKANALINDONESIA.COM : Kabar duka kembali menyelimuti pahlawan devisa berasal dari Ngawi, Jawa Timur, dinyatakan meninggal di Taiwan. Iswahyuni (30) perempuan yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan dikabarkan meninggal setelah terlibat kecelakaan kendaraan bermotor di Bali Long Road, Thamsui, New Taipei, pada Jum’at (25/11/2016) kemarin sekitar pukul 08.00 WIB atau waktu Indonesia.

Iswahyuni yang berasal dari Dusun Mbulu II, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, kali pertama dikabarkan meninggal setelah pihak keluarganya mendapat kabar dari kakak korban yang ada di Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat kemarin (25/11/2016) lalu.

“Pihak keluarga dirumah baru tahu kalau korban ini meninggal dari kakaknya yang ada di Jakarta kemarin pagi, yang mengatakan jika Iswahyuni meninggal akibat kecelakaan ketika hendak berangkat kerja,” terang Mukiman paman korban melalui via selular.

Mendengar kabar tersebut jelasnya lagi, keluarga pun dibuat kaget tidak begitu saja mempercayai kabar kematian korban. Lantas salah satu keluarga dirumah langsung menghubungi kakak korban yang lain dan kebetulan juga ada di Taiwan ternyata memang benar jika adiknya meninggal.

Terang Mukiman, masalah kepulangan jenasah korban pihaknya pun belum mengetahui kapan waktunya. Mengingat Iswahyuni untuk sekarang ini memang tercatat sebagai TKW illegal setelah dua periode atau empat tahun merantau di Taiwan.

Sebelumnya memang Iswahyuni tercatat sebagai TKW legal yang diberangkatkan melalui agen PT Putra Indo Sejahtera yang berkantor di Madiun.

“Kalau kapan jenasah sampai dirumah pihak keluarga sendiri sama sekali belum bisa menjawab. Karena korban memang illegal disana itu (Taiwan-red) memang sebelumnya legal juga melalui PT namun dalam tahun terakhir ini korban kabur dari majikanya sebelum mendapat majikan baru sekarang ini,” jelasnya lagi.

Meski demikian tandasnya, melalui perwakilan keluarga tepatnya pada hari ini Sabtu, (26/11), mendatangi PT Putra Indo Sejahtera di Madiun yang sifatnya meminta bantuan kemanusiaan untuk ikut andil dalam proses kepulangan jenasah. Tetapi pihaknya juga berharap kepada pemerintah untuk segera turun tangan memproses secara administrasi yang diperlukan agar jenasah korban selekas mungkin bisa dimakamkan dikampung halamanya.

“Kalau ke PT itu (PT Putra Indo Sejahtera-red) sifatnya minta bantuan saja soalnya sudah tidak berada dibawah tanggungjawabnya karena korban kabur dari majikan. Sedangkan harapanya ke pemerintah jelas memohon dengan sangat membantu memulangkan jenasah korban mengingat keluarganya dirumah hanya sebagai buruh tani,” pungkas Mukiman. (dik)