Dinsosnakertrans Ngawi Siap Fasilitasi Kepulangan Jenasah Iswahyuni

Budi Priyanto Kabid Transmigrasi Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dinsosnakertrans) Ngawi
Budi Priyanto Kabid Transmigrasi Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dinsosnakertrans) Ngawi

KANALINDONESIA.COM ;  Dinsosnakertrans Ngawi, Jawa Timur, akan berupaya memfasilitasi pemulangan jenasah Iswahyuni (30) TKI Taiwan asal Ngawi yang dinyatakan meninggal di Taiwan pada Jum’at lalu, (25/11/2016).

Budi Priyanto Kabid Transmigrasi Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dinsosnakertrans) Ngawi menjelaskan, sesuai kapasitasnya tetap melakukan pendampingan secara aktif terhadap proses pemulangan jenasah Iswahyuni perempuan asal Dusun Mbulu II, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Ngawi.

Dibenarkan Budi, keberadaan Iswahyuni di Taiwan beberapa tahun terakhir memang tercatat sebagai TKW illegal. Sesuai kronologi awal jelasnya, sejak keberangkatan korban ke Taiwan pada tahun 2013 lalu melalui PT Putra Indo Sejahtera berkedudukan di Madiun memang legal atau resmi. Namun setelah 6 bulan mendapatkan majikan di negara tujuan korban melarikan diri sehingga statusnya secara otomatis sebagai TKW illegal sebab tanpa melewati proses administrasi kembali.

“Soal status korban (Iswahyuni-red) memang illegal sampai yang bersangkutan meninggal itu. Bahkan korban ini sudah tidak punya visa maupun paspor meski demikian lepas resmi atau tidaknya pihak kami tetap memfasilitasi kepulangan jenasah sampai ke kampung halamanya,” terang Budi Priyanto, Senin (28/11).

Tandasnya, koordinasi sudah dilakukan seperti menyurati KBRI yang ada di Taiwan untuk secepatnya memproses administrasi yang diperlukan guna memulangkan jenasah korban. Demikian halnya terus melakukan kontak koordinasi dengan UP3TKI yang ada di Pemerintah Jawa Timur untuk mempersiapkan mobil ambulan termasuk prosedur pemulangan jenasah itu sendiri.

“ Pada intinya pihak kami Dinsosnakertrans tetap memproses administrasi kepulangan jenasah demikian dari PJTKI yang memberangkatkan korban pada awalnya tetap membantu hal itu. Meski sebenarnya dari PJTKI sudah lepas tanggung jawabnya karena korban melarikan diri,” pungkasnya.